Selasa, 27 Agustus 2013 , 09:30:00


KECELAKAAN TRAGIS : Jenazah korban di kamar mayat RSKD. Truk maut langsung ditarik ke Polres Balikpapan. Selanjutnya Satlantas melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kecelakaan.

BALIKPAPAN – Kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa kembali terjadi di kota Balikpapan. Kali ini sungguh tragis, seorang wanita bernama Kusriah (23) tewas setelah terseret truk hingga sejauh 10 meter di jalan Jendral Sudirman tepatnya di seberang masjid Al Ikhlas Stal Kuda, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan , Senin (26/8) pukul 17.00 Wita. “Mas, ada kecelakaan di Stal Kuda.

Kasihan, wanita hamil meninggal diseret truk,” ujar M Arsyad, salah satu warga saat menghubungi Balikpapan Pos. Kursiah adalah warga Gunung Bahagia RT 46, Balikpapan Selatan, tewas di tempat dalam kejadian kecelakan itu. Informasi yang dihimpun, korban mengendarai motor Yamaha Mio dengan nomor polisi KT 4932 YG dari arah Sepinggan menuju Balikpapan Permai (BP).

Sesampai di sebrang masjid Al Ikhlas ada truk tangki parkir di badan jalan, korban hendak menghindar ke arah kanan. Pada saat bersamaan dari arah belakang datang truk warna hijau dengan nomor polisi KT 8645 DL yang dikemudikan oleh Tony Waluyo (33) warga jalan Gunung Steling, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.

Karena tidak seimbang Kursiah akhirnya terjatuh dan masuk ke kolong truk yang melintas. "Dia nyalip mobil parkir, dan datang dari arah belakang truk warna hijau dan nyerempet truk hingga jatuh ke kolong truk.," ungkap saksi mata di lokasi kejadian bernama Edi. Warga yang melihat kejadian itu langsung berteriak untuk menyetop truk tersebut.

Kursiah yang berada di bawah kolong truk terseret hingga 10 meter dari lokasi terjatuhnya Kursiah. "Sopir stop karena melihat ibu-ibu berteriak stop-stop, saya langsung melihat ke belakang dan melihat ada orang di bawah truk itu," ungkap kenek truk kepada polisi.

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung menyetopkan mobil yang melintas untuk melarikan korban kerumah sakit terdekat dan mobil yang menyeret Kursiah langsung diamankan ke Polres Balikpapan. "Korban luka di bagian dada hingga lutut sudah rusak semua, ususnya aja keliatan keluar," jelas Edi yang saat itu sedang duduk di pinggir jalan bersama Supri yang saat itu menyaksikan kecelakaan maut tersebut.

Sedangkan sopir maut diamankan polisi lalu ditahan di Polres Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan. Hingga kini kasusnya yang menewaskan Kursiah masih ditangani Satlantas Polres Balikpapan. "Kita masih memeriksa saksi-saksi dan kenek turk saat tabrakan terjadi, untuk mengetahui kronologi sebenarnya.," ungkap Kasat Lantas AKP Afrian Satya Permadi melalui Kanit Riksa Lantas Polres Balikpapan Iptu Agus Supeno.

Kematian Kursiah juga disaksikan langsung oleh anggota Brimob Gegana yang mengantarnya ke rumah RSKD Balikpapan menggunakan mobil warga yang kebetulan melintas di tempat kejadian perkara (TKP) tabrakan. Seperti yang dikatakan oleh Brigpol Asdar anggota Patroli Walet.

Ketika itu korban masih dalam keadaan bernafas, setelah sampai di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), Kursiah menghembuskan nafas terakhirnya. “Waktu itu korban masih bernafas, saya terus bisikkan salawat kepadanya. Pas sampai di depan UGD Pertamina, barulah dia menghembuskan nafas, disertai mengeluarkan cairan putih dari hidungnya,” terang Asdar.

Kejadian tabrakan menyedot perhatian warga, dimana terjadi kerumunan warga setelah tabrakan tersebut terjadi. Bahkan, warga yang menolong korban dengan membawa ke Rumah Sakit pun menjadi korban kebrutalan para warga yang telah jengkel atas kejadian tersebut. “Bahkan salah satu penumpang mobil yang menolong juga sempat kena pukul oleh warga, karena dituding tidak mau berhenti untuk mengangkat korban dan membawanya ke RS.

Namun oleh penumpang mobil tersebut, hanya memaklumi hal tersebut dan tetap menolong korban,” kata Asdar. Karena kondisi korban yang sudah meninggal, lantas, jenazah dibawa ke RSKD untuk dilakukan visum. Korban langsung diturunkan di ruang mourtuary, dan oleh pihak kepolisian Gegana, langsung berinisiatif untuk mengabarkan keluarga korban dari telepon genggam milik korban. “Ini merupakan salah satu hal yang sulit untuk kami lakukan.

Dimana kami harus mengabarkan kabar duka ini kepada pihak keluarga. Dan semoga saja, pihak keluarga yang mendengar bisa menerima dengan tabah,” ujarnya. Satu persatu pihak keluarga datang atas informasi yang diberikan oleh pihak kepolisian yang membantu untuk mengantar korban ke RSKD tersebut.

Ekspresi sedih langsung tergambar di wajah mereka, ketika mengetahui, jika Kursiah (23) telah terbujur kaku di ruang mourtuary (kamar mayat) RSKD Balikpapan. Dari pingsan, histeris, bahkan sumpah serapah diucapkan oleh pihak keluarga kepada orang yang menyebabkan Kursiah meninggal dengan cara yang mengenaskan.

Pantauan yang dilakukan oleh Balikpapan Pos di ruang mourtuary, diketahui dari kakak korban, jika dirinya meminjam motor kepada dirinya untuk membeli sesuatu dan menjemput anaknya di rumah keluaga yang berada di kawasan Gunung Bahagia, tak jauh dari TKP. “Tadi dia minjam motor saya, ya saya kasih aja. Soalnya ada yang mau dia beli sekalian menjemput anaknya di rumah keluarga. Kasihan adik saya, apalagi anaknya masih balita,” ujarnya sambil menangis.(bp-15/bp-12)

 
OTHER NEWS
Selasa, 22 Juli 2014 , 12:31:00

KEPSEK MENGAKU TERIMA 80 SISWA TITIPAN DARI DISDIK

BALIKPAPAN—Kecurangan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai terbongkar. Salah seorang kepala sekolah favorit saat ditemui Balikpapan Pos pada Senin (21 ...

Selasa, 22 Juli 2014 , 12:25:00

Pengamanan Gedung KPU

BALIKPAPAN–Pengguna jalan yang melintas di depan KPU pada Senin (21/7), sekira pukul 15.00 Wita, dibuat terkejut dengan adanya kerusuhan massa. Bahkan, tidak han ...

Selasa, 22 Juli 2014 , 12:21:00

Kondisi Wawan Membaik

BALIKPAPAN-Hendrawan alias Wawan (25), pengendara motor yang mengalami kecelakaan dengan luka robek memanjang di bagian dada sehingga paru-nyaris keluar, kondisinya mu ...

Selasa, 22 Juli 2014 , 12:18:00

THR Pasukan Kuning Belum Diputuskan

BALIKPAPAN-Pasukan penyapu jalan dan kebersihan atau dikenal pasukan kuning Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) harus bersabar karena pencairan tunjangan ...

Selasa, 22 Juli 2014 , 12:17:00

Keluarga yang Diduga Pencuri Akhirnya Ditahan

BALIKPAPAN-Muhammad Rofik (14) beserta orangtuanya, Agus Setiawan (45) dan Nurjanah (40) untuk sementara waktu harus mendekam di sel tahanan kepolisian. Rofik ditahan ...

 
SUPER LIGA
Tambah Jam Terbang
TERNATE- Timnas U-19 akan menututp laga uji coba melawan tim Persiter Ternate U-21 di Stadion Gel ...
Other
 
Kaltim
Pantau Tapal Batas Tahura
PENAJAM- Rombongan Komisi IV DPR RI mengunjungi Kecamatan Sepaku, lahan Taman Hutan Raya (Tahura) ...
Other
 
Metropolis
Disnakersos Kerahkan Pengawas Naker Usut Laka Kerja Karyawan Terjepit Garbarata (SUB) BAL ...
Other
 
Kecamatan
Berharap THR Tetap Cair
BALIKPAPAN- Kisruh tentang tidak menerimanya tunjangan hari raya (THR) bagi para penyapu jalanan ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1