Sabtu, 24 Agustus 2013 , 08:59:00


BALIKPAPAN - Sebagai salah satu kebanggaan daerah, putra-putri Purna Paskibra Indonesia (PPI) layak diberi pengalaman yang berguna bagi masa depannya maupun perkembangan bangsa. Jumat (23/8), puluhan PPI angkatan 2012 dan 2013 yang baru-baru ini sukses mengibarkan sang saka Merah Putih diajak untuk berkunjung langsung ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kota Balikpapan.

Di sana, rombongan disambut langsung para perwira dan petinggi Lanal Balikpapan. Dalam kesempatan tersebut, Perwira Operasi Lanal Balikpapan Mayor Hari Wijaksono, menyebut keberadaan Paskibra yang tangguh, berpeluang bergabung bersama Angkatan Laut.

“Kita melihat potensi di Paskibra, menjadi garda depan,” ungkap Mayor Hari.

Bahkan dikatakannya putra daerah juga bisa berdedikasi untuk daerahnya sendiri. Dikatakannya tak sedikit putra daerah Balikpapan yang kembali berdinas di kota kelahiran meski harus menempuh pendidikan di Pulau Jawa.

“Memang untuk seleksinya begitu ketat, tapi untuk potensi, Balikpapan masih cukup berpeluang,” imbuhnya ketika ditemui di sela-sela kegiatan.

Tak lupa Lanal Balikpapan kembali mengenalkan keberadaan serta tugas pokok mereka. Kunjungan puluhan pelajar di bawah pelatihan Khoirul Fauroni tersebut merupakan kali pertama setelah terakhir di tahun 1996 silam.

“Ini program kunjungan kita, karena saat pengibaran lalu kami didampingi oleh AL juga,” ungkap Khoirul Fauroni.

Setelah sekira 2 jam berada di Lanal, rombongan dengan menggunakan 2 unit bus milik Pertamina langsung diboyong menuju Pelabuhan kawasan Pertamina. Di komplek milik salah satu perusahaan BUMN tersebut, semua mata langsung tertuju pada sebuah kapal berukuran panjang 94 x 90 meter.

Ya, KRI Sultan Hasanuddin yang sudah 3 hari sejak Rabu (21/8) lalu berlabuh di kawasan tersebut sengaja menerima kunjungan PPI Balikpapan bersama beberapa anggota Lanal lainnya.

Di sana, rombongan PPI langsung dikenalkan dengan berbagai hal. Termasuk sejarah kapal serta mengenalkan terkait AL. Tugas, pangkat hingga seragam yang dikenakan di setiap kegiatan.

Untuk diketahui, KRI Sultan Hasanuddin dengan nomor lambung 366 merupakan kapal kedua dari kapal perang jenis perusak kawal berpeluru kendali kelas SIGMA milik TNI AL RI. Nama KRI Sultan Hasanuddin itu sendiri diambil dari nama Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI.

Kapal perang galangan Schelde, Belanda ini sendiri pada awalnya dibuat pada tahun 2005 dan sudah mulai beroperasi sejak 2006 silam. Kepada media ini, Komandan KRI Sultan Hasanuddin 366, Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto menjelaskan, kapal tersebut merupakan salah satu dari 4 kapal perang mutakhir yang dimiliki Indonesia.

Dengan kemampuan tempur atau starking force, kapal ini cukup efisien dalam menghindari musuh.

“Karena ada kemampuan siluman atau lafage class. Memang masih bisa terdeteksi, tapi kemungkinannya sangat kecil,” terang Letkol Haris Bima.

Sejak beroperasinya kapal tersebut, memang belum pernah digunakan untuk berperang. Maklum, situasi yang kondusif mendukung agar kapal ini memantau berbagai daerah, termasuk beroperasi ke luar negeri.

“Terakhir dalam misi ke Lebanoon,” imbuhnya. Memiliki kecepatan 35 nott atau 70km/jam, KRI Sultan Hasanuddin ini sudah pernah mengikuti uji coba di Ambalat untuk rudal, meriam dan alat tempur bawah air.

Dikatakan oleh jebolan Akabri Surabaya tahun 1994 tersebut, kapal tersebut mampu menampung hingga 90 personel yang ditempatkan di semua ruang. Setidaknya kapal ini ada 5 tingkat. Berlayar dari Sabang sampai Merauke hingga Eropa.

“Setiap misi, untuk dalam negeri biasanya 4 sampai 5 bulan, kalau keluar negeri bisa sampai 11 bulan,” tandasnya.

Untuk diketahui, di Indonesia sendiri setidaknya ada lebih dari 150 unit kapal perang, meski untuk jumlah efisien seharusnya Indonesia dengan keluasan wilayahnya membutuhkan minimal 400 unit kapal.

“Kalau personel, kita yakin sudah professional dan jumlahnya cukup. Hanya saja, kembali lagi, jumlah kapal yang terbatas, sehingga kita perlu lebih ekstra memantau situasi di perairan,” tutup pria yang pernah menjabat sebagai Letda Asisten senjata bawah air KRI AHP tersebut. (rem)

 
OTHER NEWS
Rabu, 03 September 2014 , 08:08:00

JALAN ALTERNATIF

Pemkot akhirnya memperbaiki  jalan Beler  yang terletak di antara Kecamatan Balikpapan Tengah dan Balikpapan Kota. Perbaikan jalan ini menggunakan dana APBD ...

Rabu, 03 September 2014 , 08:07:00

DTKP Tertibkan Reklame dan Baliho Liar

BALIKPAPAN - Sejumlah reklame dan baliho tanpa izin dan telah melewati waktu izin pemasangan akan ditertibkan tim gabungan dari Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP), D ...

Rabu, 03 September 2014 , 08:05:00

Mengkhwatirkan, Pelajar dan Mahasiswa Beli Narkoba

BALIKPAPAN - Para pelajar dan mahasiswa di “Kota Minyak” ini rawan terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba). Para pelajar dan&nb ...

Rabu, 03 September 2014 , 08:04:00

Pilkada Serentak 2015

BALIKPAPAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan akan berkonsultasi dengan KPU Provinsi dan Gubernur Kaltim H.Awang Faroek Ishak  pekan ini, guna memastik ...

Rabu, 03 September 2014 , 08:02:00

Gelar Donor Darah Serentak dan Gowes

BALIKPAPAN - Pelaksanaan donor darah dalam rangka memperingati HUT ke-69 TNI dilaksanakan secera serentak di seluruh Pangkalan TNI di Indonesia Selasa (2/9) kemarin. D ...

 
SUPER LIGA
Bukan Pembalasan Dendam
DUSSELDORF -  Kurang dari dua bulan setelah kemenangan di grand final Piala Dunia, Jerman ak ...
Other
 
Kaltim
Humas Pemkab Berkunjung ke Redaksi Balpos
PENAJAM - Hari Jadi ke-13 Surat Kabar Harian (SKH) Balikpapan Pos yang diperingati setiap tahun 1 ...
Other
 
Metropolis
JALAN ALTERNATIF
Pemkot akhirnya memperbaiki  jalan Beler  yang terletak di antara Kecamatan Balikpapan ...
Other
 
Kecamatan
Rumah Luki Minta Dikosongkan
BALIKPAPAN  - Lurah Gunung Sari Ilir (GSI), Suparli, mengkwatirkan kondisi rumah longsor mil ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1