Jum'at, 05 Juli 2013 , 11:04:00


SEMPAT TEGANG : Bupati Andi Harahap (berbaju batik membelakangi kamera) yang sempat menemui para pendemo tiba-tiba emosi ketika berhadap dengan mantan Kepala Dishubudpar yang dimutasi menjadi staf ahli, Alimuddin (mengenakan seragam Dishub). Tampak Alimuddin menenangkan pendemo sesaat setelah bupati diamankan.

PENAJAM- Aksi demo dalam jumlah besar tidak sekadar isapan jempol. Lebih dari seribu orang pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) memadati halaman Kantor Bupati di Jl Poros Provinsi Km 9, Nipahnipah. Aksi yang berlangsung sekira pukul 10.00 Wita awalanya tertib, namun belakangan berlangsung ricuh.

Koordiantor Aksi Demo, Hatta mendesak Bupati Andi Harahap menemui para pendemo yang sudah menunggu lama di luar kantor. “Kami minta dengan hormat Pak Bupati segera keluar menemui kami. Kami semua di luar ini adalah warga Bapak. Pak Bupati adalah pimpinan kami, kami ingin dialog langsung. Kami ingin mendengarkan penjelasan langsung dari Bapak masalah tuntutan kami,” teriak Hatta yang disambut teriakan massa lainnya.

Unjuk rasa ini masih berkaitan dengan mutasi 81 pejabat struktural eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab PPU yang dianggap cacat hukum dan terkesan dipaksakan. Apalagi masa jabatan Bupati Andi Harahap bersama Wakil Bupati Mustaqim tinggal 22 hari lagi.

Selain itu, massa juga menuntut para pejabat yang sudah dilantik dikembalikan ke jabatan semua karena selain melanggar aturan juga mementingkan kepentingan kelompok tertentu. Termasuk desakan Tita Deritayati yang saat ini menjabat Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KPP-KB) agar kembali ke posisi sebelumnya sebagai Kapala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab PPU ini.

Dalam aksinya ini, selain Hatta yang membawa mikrofon juga muncul di tengah-tengah massa tokoh pemuda Nipahnipah, Amiruddin yang tercatat sebagai salah satu calon legislatif (caleg) DPRD PPU dan seorang rekannya yang lain. Mereka bertiga ini bergantian menyampaikan orasinya.

Di tengah aksi, akhirnya Bupati Andi Harahap yang didampingi Plt Sekkab H Abdul Zaman, Kepala BKD H Alimuddin, Kabag Humas dan Protokol M Daud muncul. Sontak, teriakan massa kembali terndengar. “Hidup Pak Bupati, hidup Pak Bupati, Pak Bupati akhirnya keluar menemui,” teriak para demonstran. Mendapat sambutan itu, Bupati Andi Harahap yang dalam penjagaan ketat aparat Satpol PP berjalan santai sambil tersenyum menemui para pendemo di depan kantornya.

Saat menemui massa, Andi Harahap meminta yang pendemo yang berasal dari PNS, tenaga honorer dan masyarakat supaya dipisah. “Mana yang dari PNS, tenaga honor dan masyarakat supaya pisah. Dari PNS silakan apa yang mau disampaikan, kalau warga masyarakat silakan apa yang mau disampaikan. Saya katakan Kabupaten ini bukan pemberian, tapi perjuangan kita semua,” terang  Andi Harahap dengan bahasa datar sambari memegang mikrofon.

Hatta yang merupakan pegawai Dinas Perhubungan Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubudpar) PPU ini pertama angkat biacara. Dia lantas diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya. Hatta yang sudah menyiapkan lembaran kertas berupa isi tuntutan demo langsung membacakannya di hadapan bupati dengan posisi berhadapan di tengah kerumunan massa dan aparat keamanan.

Belum selesai Hatta membaca, dari belakang massa tiba-tiba muncul Kepala Dishubudpar Alimuddin yang terkena mutasi menjadi Staf Ahli Bupati PPU ini. Alimuddin maju dengan langkah tegap mendekati bupati dengan maksud ingin menyampaikan suatu penjelasan.

Melihat Alimuddin maju sambil mengangkat tangan hormat kepada bupati, selang beberapa saat kemudian ekspresi Andi Harahap mendadak berubah jadi emosi. Di sinilah terjadi ketegangan antara keduanya, hingga massa yang melihat ikut terpancing dan merengsek maju. Situasi menjadi panas, para pendemo tidak tertib lagi.

Melihat situasi kacau ini, aparat Satpol PP dibantu aparat kepolisian dan TNI ,langsung menarik Bupati Andi Harahap digiring menuju ke dalam kantor. Khawatir terjadi aksi anarkis. Di saat bersamaan, Alimuddin juga langsung berusaha menenangkan massa.  “Tenang, tenang, saya minta tenang semua, jangan melakukan apa-apa. Saya minta bubar dan pulang ke rumah masing-masing,” pinta Alimuddin.

Mantan Kepala Satpol PP ini terus berusaha menenangkan massa agar tak melakukan tindakan anarkis. Tak lama, pengunjuk rasa gabungan dari masyarakat umum dan organisasi kemasyarakatan (ormas) ini mulai merenggang.

Perlahan menjauh dari depan pintu utama Kantor Bupati. Sebagian ada yang masih bergerombol dengan kelompoknya masing-masing. Beberapa orang pendemo lainnya juga membakar ban bekas, kepulan asap hitam lalu membumbung ke udara. Aparat Satpol PP mencoba menyiramkan air ke ban bekas.

Kemarin, permintaan pendemo atas jawaban bupati deadlock alias buntu. Semula bupati berencana mau menjelaskan apa yang menjadi tuntutan massa, akhirnya gagal. Alimuddin kepada wartawan di sela-sela usai unjuk rasa itu, mengungkapkan bahwa tuntutan pembatalan dan pencabutan SK pelantikan pejabat struktural eselon II, III, IV yang dialkukan akhir Juni lalu tetap akan dilanjutkan, hanya saja tidak dengan aksi unjuk rasa seperti kemarin.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) H Alimuddin yang mempunyai nama sama dengan staf ahli bupati ini mengatakan, keputusan bupati melakukan mutasi dan melantik pejabat struktural itu tidak mungkin dibatalkan.

“Pak Bupati tak mungkin membatalkan atau mencabut SK mutasi. Yang bisa mencabut dan membatalkan melalui jalur PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Mutasi tetap jalan,” ujar Alimuddin yang juga merangkap Sekretaris Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) ini.(pam)

 
OTHER NEWS
Selasa, 22 Juli 2014 , 12:31:00

KEPSEK MENGAKU TERIMA 80 SISWA TITIPAN DARI DISDIK

BALIKPAPAN—Kecurangan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai terbongkar. Salah seorang kepala sekolah favorit saat ditemui Balikpapan Pos pada Senin (21 ...

Selasa, 22 Juli 2014 , 12:25:00

Pengamanan Gedung KPU

BALIKPAPAN–Pengguna jalan yang melintas di depan KPU pada Senin (21/7), sekira pukul 15.00 Wita, dibuat terkejut dengan adanya kerusuhan massa. Bahkan, tidak han ...

Selasa, 22 Juli 2014 , 12:21:00

Kondisi Wawan Membaik

BALIKPAPAN-Hendrawan alias Wawan (25), pengendara motor yang mengalami kecelakaan dengan luka robek memanjang di bagian dada sehingga paru-nyaris keluar, kondisinya mu ...

Selasa, 22 Juli 2014 , 12:18:00

THR Pasukan Kuning Belum Diputuskan

BALIKPAPAN-Pasukan penyapu jalan dan kebersihan atau dikenal pasukan kuning Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) harus bersabar karena pencairan tunjangan ...

Selasa, 22 Juli 2014 , 12:17:00

Keluarga yang Diduga Pencuri Akhirnya Ditahan

BALIKPAPAN-Muhammad Rofik (14) beserta orangtuanya, Agus Setiawan (45) dan Nurjanah (40) untuk sementara waktu harus mendekam di sel tahanan kepolisian. Rofik ditahan ...

 
SUPER LIGA
Tambah Jam Terbang
TERNATE- Timnas U-19 akan menututp laga uji coba melawan tim Persiter Ternate U-21 di Stadion Gel ...
Other
 
Kaltim
Pantau Tapal Batas Tahura
PENAJAM- Rombongan Komisi IV DPR RI mengunjungi Kecamatan Sepaku, lahan Taman Hutan Raya (Tahura) ...
Other
 
Metropolis
Disnakersos Kerahkan Pengawas Naker Usut Laka Kerja Karyawan Terjepit Garbarata (SUB) BAL ...
Other
 
Kecamatan
Berharap THR Tetap Cair
BALIKPAPAN- Kisruh tentang tidak menerimanya tunjangan hari raya (THR) bagi para penyapu jalanan ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1