Kamis, 04 Juli 2013 , 10:42:00


BALIKPAPAN-Pihak sekolah negeri jangan coba-coba untuk melanggar ketentuan kuota bagi peserta didik baru sebagaimana diatur melalui peraturan wali kota (Perwali). Ketua Dewan Pendidikan Kota (DPK) Subiyanto memastikan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat guna mengawal penegakan Perwali. “Tahun ini, jangan sampai ada sekolah negeri yang melanggar kuota.

Tiap pelanggaran pasti akan diproses. Jadi pihak sekolah harus mematuhi perwali,” tegas Subiyanto saat menghubungi Balikpapan Pos, Rabu (3/7). Dirinya mengatakan tidak ingin mengorbankan kualitas pendidikan dengan terjadinya penambahan siswa baru melebihi kuota yang diperkenankan. Alasan apapun, kuota yang telah ditetapkan bagi masing-masing sekolah harus dipatuhi.

“Jangan lagi ada alasan laboratorium disulap jadi ruang kelas, apapun pelanggaran yang terjadi, pasti akan kami proses,” tandasnya. Selama berlangsungnya PPDB, ia mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring namun belum menemukan adanya pelanggaran terhadap kuota.

Usai pelaksanaan PPDB, DPK kembali akan melakukan monitoring karena biasanya setelah masa penerimaan itulah ada permainan yang dilakukan untuk menampung siswa tambahan dengan berbagai alasan.

“Usai PPDB kami akan keliling ke sekolah-sekolah untuk menghitung berapa jumlah siswa yang diterima. Biasanya siswa pindahan, atau laboratorium yang disulap jadi ruang kelas terjadi. Tapi semoga tahun ini tidak ada yang melanggar, apapun alasannya,” ujar dia.

TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

Secara terpisah, Ketua Umum Persatuan Guru Swasta Balikpapan (PGSB) Drs Nugroho Sudewo mengimbau agar pihak sekolah baik negeri maupun swasta untuk meningkatkan mutu pendidikan. Seiring dilaksanakannya kurikulum 2013 yang “dipaksakan”, tentu merupakan tantangan yang besar sehingga sekolah dipacu untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Mutu pendidikan dapat ditingkatkan di antaranya dengan meningkatkan 8 standar pendidikan sebagaimana diatur dalam UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003,” jelasnya. Nugroho menyebut, peningkatan di antaranya terhadap sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan, meningkatkan sarana dan prasarana, mutu pelayanan pendidikan contohnya menciptakan suasana belajar dengan tenang, nyaman dan efektif maka jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) sesuai aturan UU Sisdiknas maksimal hanya 32 siswa.

“Bagaimana sekolah bisa meningkatkan mutu belajarnya kalau kuota penerimaan siswa baru masih saja dilanggar oleh sekolah-sekolah dan tidak ubahnya seperti kandang ayam, berjubel,” sorotnya. Rombel yang tidak sesuai ketentuan, lanjut dia, tentu sangat memprihatinkan dan hal tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh eksekutif melalui Dinas Pendidikan (Disdik) dan legislatif.

“PGSB berharap, tentunya harapan kita semua, pendidikan di Kota Balikpapan selalu meningkatkan mutu pendidikannya dan menghasilkan anak didik yang handal, cerdas, berkualitas, terampil, berakhlak mulia, dan tentunya sesuai karakter bangsa,” pungkas dia.(yud)

 
OTHER NEWS
Kamis, 02 Oktober 2014 , 02:45:00

Hati-hati, Kendaraan Langsung Ditilang dan Derek

BALIKPAPAN - Ini peringatan keras bagi sopir yang doyan parkir di sembarangan tempat baik di badan jalan ataupun di atas trotoar khususnya di sepanjang jalan nasional ...

Kamis, 02 Oktober 2014 , 02:44:00

Balikpapan Segera Diguyur Hujan?

BALIKPAPAN - Cuaca kemarau yang melanda Kota Beriman dipastikan segera berlalu. Kekeringan waduk Manggar juga segera teratasi. Menurut Kepala Stasiun BMKG Kota Balikpa ...

Kamis, 02 Oktober 2014 , 02:43:00

Elpiji 3 Kg Hilang di Pasaran

BALIKPAPAN - Dampak kenaikan gas elpiji ukuran 12 kilogram ternyata masih terus mengintai masyarakat Balikpapan. Pasalnya, Pemkot mendapatkan laporan langsung dari ber ...

Kamis, 02 Oktober 2014 , 02:42:00

Kantor Dewan Terapkan KSTR?

BALIKPAPAN - Perjuangan pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) dalam meningkatkan kawasan sehat tanpa rokok (KSTR) terus dilakukan. Apalagi saat ini, uji p ...

Kamis, 02 Oktober 2014 , 02:42:00

Jadi Backpacker ke Tanah Suci

TIDAK ada yang tahu bagaimana kehidupan manusia ke depannya. Begitu pula dengan Abimana Aryasatya(Mada), pria berusia 27 tahun yang sempat ‘marah’ kepada T ...

 
SUPER LIGA
Saatnya Hancurkan Al Qadsia
JAYAPURA- 90 menit untuk mencetak sejarah baru sudah ada di dalam benak anak-anak Persipura, Boaz ...
Other
 
Kaltim
Pancasila Sebagai Sumber Hukum
PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Yusran Aspar menjadi inspektur upacara pada Hari Kesa ...
Other
 
Metropolis
Hati-hati, Kendaraan Langsung Ditilang dan Derek
BALIKPAPAN - Ini peringatan keras bagi sopir yang doyan parkir di sembarangan tempat baik di bada ...
Other
 
Kecamatan
Menunggu Perbaikan Jalan Gunung Steling
BALIKPAPAN- Warga Gunung Steling  Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara&nbs ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1