Sabtu, 08 Juni 2013 , 10:57:00


BALIKPAPAN – Pihak Polsek Balikpapan Selatan melakukan penyelidikan tanah  longsor di RT 20 Komplek PT Her Utama Mandiri Kelurahan Sepinggan Baru Balikpapan Selatan yang menewaskan seorang bocah, bernama  Dimas Iza Mahendra (13) warga RT 29 Kelurahan Sepinggan Baru Balikpapan Selatan.

Hingga saat ini diduga kuat longsor yang terjadi tersebut merupakan akibat dari galian yang memang sengaja dibuat oleh korban sendiri. Dimas ketika itu hendak mengambil mainannya yang terjatuh tertimpa longsor, dan sekejab,  peristiwa tersebut langsung merenggut nyawanya.

Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Ipda Subari, tidak ada tersangka dalam hasil penyelidikan kejadian musibah longsor tersebut karena memang musibah tersebut atas kesalahan dari korban.

“Hingga saat ini hasil penyelidikan belum melihat adanya tersangka dari musibah kejadian longsor tersebut. Termasuk juga pemilik tanah yang memang telah lama tidak beraktivitas di lahan tersebut,” terang Subari kepada Balikpapan Pos, Jumat (7/6) siang kermarin.

Sebelum kejadian, teguran sering dilayangkan oleh Ketua LPM serta Ketua RT setempat dan juga warga dengan adanya anak-anak yang sedang bermain di lahan yang memang rawan longsor tersebut.

Oleh pihak pemerintah, lahan tersebut juga tengah dalam proses pengurukan, karena selama ini lahan tersebut menjadi penyebab utama sedimentasi drainase di sekitar pemukiman warga. Terutama ketika turun hujan dimana pasir dari lahan tersebut terkikis oleh air dan terbawa melewati drainase milik warga.

Sementara itu, pihak kelurahan Sepinggan Baru sudah berupaya semaksimalmungkin melakukan mediasi dalam membahas segala dampak yang ditimbulkan sebelum kejadian korban jiwa terjadi. Bahkan dalam matrik bencana dampak pengupasan lahan tanpa izin di RT 20 tersebut, pihak kelurahan sudah melalukan 16 langkah-langkah.

“Pertama langkah kita, menghentikan kegiatan pengupasan lahan. Selain tanpa izin juga telah memberikan dampak ke masyarakat. Juga rutin melakukan peninjauan lapangan dan rapat pembahasan pengupasan,” kata Lurah Sepinggan Baru Qomar Setyawan didampingi Kasi Trantib dan LH, Iskandar Noor.

Lanjut Qomar, dirinya juga sudah menyampaikan surat permohonan kajian teknis ke BLH sembari melakukan teguran kepada pemilik lahan untuk tidak melakukan aktivitas. Bahkan, untuk segera menyelesaikan masalah pengupasan dan penataan lahan ini, kelurahan juga sudah menyampaikan laporan ke wali kota dengan tembusan Asisten I, Satpol PP, Kabag Pemerintahan dan Camat Balikpapan Selatan. “Pertemuan terakhir saat sosialisasi dan verifikasi penataan lahan juga sudah disepakati lahan ditata untuk mengurangi dampak,” bebernya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Dimas Izamahendra (13) warga RT 29 Kelurahan Sepinggan Baru Balikpapan Selatan menjadi korban timbunan longsor saat asyik bermain di lahan kosong yang terletak di RT 20 tak jauh dari rumahnya, Dimas tertimbun longsor ketika hendak mengambil mainan pistol miliknya yang terjatuh.

Peristiwa tragis ini terjadi Rabu (5/6) 15.30 Wita. Saat itu Dimas bermain di lahan kosong tersebut bersama kakak perempuannya yang bernama Selomita. Betapa kagetnya Selomita ketika longsor tersebut terjadi. Dirinya langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

“Saya tidak kuat menggali tanahnya, tanahnya keras sekali,” ujar Selomita yang menceritakan detik-detik terakhir kepergian adiknya tersebut. Setelah kejadian ini, oleh warga Dimas langsung dilarikan ke RSKD, namun nyawanya tidak tertolong lagi.

Sementara itu, dilokasi terjadinya longsor tersebut langsung ditinjau oleh Lurah Sepinggan Baru Qomar Setiawan, Camat Balikpapan Selatan Marsani serta Ketua LPM Sepinggan Baru Udy Nazaruddin.

Udy mengatakan jika kejadian ini bukanlah yang pertama kalinya, Dimas merupakan korban nyawa yang kedua di lahan kosong ini dimana sebelumnya seorang anak juga meninggal dunia setelah bermain di lahan kosong karena tersengat oleh ratusan tawon yang bersarang di lahan kosong tersebut.

“Ini merupakan korban kedua, dimana sebelumnya seorang anak meninggal setelah tersengat oleh puluhan tawon karena bermain di lahan tersebut. Padahal kami sudah melarang para anak-anak untuk bermain dilahan tersebut. Bahkan kami pernah membuat plang yang berisi larangan untuk masuk ke lahan kosong tersebut,” kata  Udy kepada Balikpapan Pos.

Sebelumnya, upaya penataan lahan sudah beberapa kali diupayakan. Namun, dalam setiap pertemuan selalu gagal menemukan titik temu. Pihak kelurahan juga sudah meminta BLH untuk melakukan kajian teknis.

Beberapa bulan lalu, lahan ini juga nyaris memakan korban jiwa. Dimana, bencana longsor merusak satu rumah warga tepat disamping lahan. Masjid yang terletak dibawahnya juga selalu terkena dampak.

Saat ini, dampak yang paling dirasakan warga  adalah terjangan banjir pasir yang mulai memenuhi jalan dan drainase. Bahkan, jika curah hujan tinggi lingkungan RT 21 Sepinggan Baru selau diterjang banjir pasir.

“Saat ini penataan sudah dilakukan. Warga juga setuju, karena proses rekomendasi wali kota tengah dalam proses. Semoga dengan penataan ini, dampak yang ditimbulkan semakin kecil kedepannya,” pungas Lurah Qomar Setyawan. (bp-12/rus).

 
OTHER NEWS
Rabu, 23 Juli 2014 , 14:12:00

BMPS SIAP BEBER OKNUM PEJABAT

BALIKPAPAN—Oknum pejabat yang terlibat dalam kecurangan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dipastikan tidak akan bisa tidur nyenyak. Pasalnya, pihak Badan ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 14:12:00

Siswa Titipan Jadi Aib Pendidikan

BALIKPAPAN-Terkuaknya banyak siswa titipan yang dilakukan oknum wakil rakyat sebenarnya bukan lagi rahasia umum di masyarakat. Hampir setiap tahun, kecurangan ini terj ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 14:05:00

Ramadan, Eks Manggar Sari Nekat Buka

BALIKPAPAN-Di penghujung bulan suci Ramadan, eks lokalisasi Manggar Sari yang dinyatakan telah ditutup ternyata kembali beroperasi secara diam-diam. Masih bukanya temp ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 14:02:00

Penangkaran Buaya Diportal Warga

BALIKPAPAN-Pengelola penangkaran buaya di Teritip Balikpapan Timur kembali mengabaikan aspek keselamatan bagi warga sekitar. Bagaimana tidak, buaya yang ditangkarkan u ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 13:54:00

Buka Kelas Iqro, Berniat Kampanyekan UU PPA

Rb (33) harus menikmati hidupnya di balik jeruji besi setelah tersandung kasus membeli keperawanan seorang anak di bawah umur. Setelah bebas nanti, pengusaha muda ini ...

 
SUPER LIGA
Tambah Jam Terbang
TERNATE- Timnas U-19 akan menututp laga uji coba melawan tim Persiter Ternate U-21 di Stadion Gel ...
Other
 
Kaltim
Barang Bukti Narkoba Dimusnahkan
PENAJAM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan upacara memperin ...
Other
 
Metropolis
SEMRAWUT
BALIKPAPAN- Byarpet atau pemadaman listrik di Kota Balikpapan kerap terjadi. Hal ini tentunya ...
Other
 
Kecamatan
Jalan Km 1,5 “Direbonding”
BALIKPAPAN-Pengguna kendaraan bermotor tidak perlu lagi khawatir saat melintas di jalan keriting ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1