Jum'at, 24 Mei 2013 , 08:25:00


BALIKPAPAN  -  Kenakalan anak-anak sekolah menjadi keprihatinan mendalam banyak pihak. Hal itu juga menjadi keprihatinan pimpinan Puskemas Baru Ulu dr Hari Sugondo. Dirinya mengeluhkan anak-anak sekolah yang ngelem, sangat berbahaya terhadap kesehatan.

“Ngelem adalah tindakan yang dilakukan seseorang dengan menghirup benda-benda sejenis lem, zat pelarut atau zat lain sejenisnya sehingga mendapatkan sensasi menyenangkan atau mengantuk atau memabukkan,” tutur Sugondo kepada media ini, belum lama ini.

Daikuinya, efek ngelem hampir mirip dengan efek jenis narkoba yang lain yakni menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang dan rasa tenang sesaat meski kadang efeknya bisa bertahan hingga 5 jam sesudahnya. Karena keasyikan ngelem ini kadang-kadang tidak merasa lapar meski sudah jamnya makan.

Tidak berbeda dengan narkoba pada umumnya, efek ngelem akan menyerang susunan saraf di otak sehingga bisa menyebabkan kecanduan atau ketagihan. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak sedangkan dalam jangka pendek risikonya adalah kematian mendadak.  

“Bukan hanya lem saja ada beberapa produk rumah tangga yang mudah menguap seperti penghapus cat kuku juga bisa disalahgunakan untuk mabuk-mabukan. Dalam daftar bahan berbahaya, produk-produk tersebut dimasukkan dalam kategori inhalant,” imbuhnya.

Dilihat dari segi waktu setidaknya ada dua hal yang menjadi efek ngelem terhadap kesehatan. Yang pertama efek jangka pendek yakni  denyut jantung meningkat, ini akan dirasakan debaran dada semakin meningkat, mual-muntah yang hebat tentu akan dapat menyebabkan kekurangan cairan tubuh atau menyebabkan dehidrasi, halusinasi, mati rasa atau hilang kesadaran, susah bicara atau cadel, kehilangan koordinasi gerak tubuh.

“Jika terhirup terus menerus bisa memberikan efek jangka panjang. Di antaranya adalah kerusakan otak bervariasi, mulai dari cepat pikun, dan kesulitan mempelajari sesuatu, yang terakhir ini tentu bagi anak sekolah akan menurunkan prestasi belajar, otot melemah, sehingga tak ada tenaga, dalam bahasa anak mudanya disebut letoi,” imbuh Sugondo.

Selain itu depresi, sakit kepala dan mimisan, kerusakan saraf yang memicu hilangnya kemampuan mencium bau dan mendengar suara. Walaupun hanya dihirup sekali, efeknya juga bisa mematikan jika telah melewati ambang batas yang bisa ditoleransi oleh tubuh. 

Adanya anak-anak yang melakukan aktivitas ngelem ini tentu harus menjadi perhatian kita semua. Setidaknya ada empat pihak yang bertanggungjawab agar kita tidak mendengar lagi ada anak-anak yang ngelem di kota ini.

Didikan dan pengawasan keluarga sangat memegang peranan penting, buruk baiknya anak kita sangat tergantung dari didikan orang tua. Pendidikan, disekolah harus ditingkatkan lagi pengetahuan tentang bahaya obat atau bahan berbahaya, pihak kesehatan, disini sektor kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang bahaya obat-obat yang berbahaya. Pemerintah, regulasi makin diperbaiki, promosi, preventif, kuratif serta rehabilitative makin dibumikan sehingga persoalan ngelem dapat dinihilkan.

“Kalau keempat pihak tersebut bertanggung jawab dalam hal pengawasan anak serta menjalankan perannya masing-masing, pasti ngelem di kalangan anak pelajar akan berkurang bahkan tidak ada lagi ditemukan,” tutup Sugondo. (bp-13)

 
OTHER NEWS
Kamis, 02 Oktober 2014 , 02:33:00

Menunggu Perbaikan Jalan Gunung Steling

BALIKPAPAN- Warga Gunung Steling  Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara  kembali mengeluhkan jalan rusak di sekitar pemakaman Kristen dan&nb ...

Kamis, 02 Oktober 2014 , 02:32:00

Harga Beras Masih Normal

BALIKPAPAN- Musim kemarau yang melanda di sebagian besar wilayah Indonesia, juga berimbas dan dirasakan oleh masyarakat Kota Balikpapan. Jika dampak kekeringan membuat ...

Kamis, 02 Oktober 2014 , 02:31:00

Komisisi III Sidak Perumahan Nelayan yang Mangkrak

BALIKPAPAN-  Untuk menindaklanjuti perumahan nelayan yang ada di pemukiman atas air Kelurahan Baru Tengah Balikpapan Barat, Komisi III DPRD kota Balikpapan melaku ...

Kamis, 02 Oktober 2014 , 02:30:00

Perbaikan Jalan Korpri Tahun Depan

BALIKPAPAN - Warga Perumahan Korpri yang biasa melintas di jalan RT 21 Sepinggan Baru dipastikan masih akan lama menikmati debu beterbangan. Pasalnya jalan yang rusak ...

Kamis, 02 Oktober 2014 , 02:29:00

Akhir Oktober Ditarget Rampung

BALIKPAPAN - Tujuh kelurahan di kecamatan Balikpapan Selatan sedang fokus melakukan pemekaran wilayah lingkungan Rukun Tetangga (RT), tidak terkecuali di kelurahan Sep ...

 
SUPER LIGA
Saatnya Hancurkan Al Qadsia
JAYAPURA- 90 menit untuk mencetak sejarah baru sudah ada di dalam benak anak-anak Persipura, Boaz ...
Other
 
Kaltim
Pancasila Sebagai Sumber Hukum
PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Yusran Aspar menjadi inspektur upacara pada Hari Kesa ...
Other
 
Metropolis
Hati-hati, Kendaraan Langsung Ditilang dan Derek
BALIKPAPAN - Ini peringatan keras bagi sopir yang doyan parkir di sembarangan tempat baik di bada ...
Other
 
Kecamatan
Menunggu Perbaikan Jalan Gunung Steling
BALIKPAPAN- Warga Gunung Steling  Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara&nbs ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1