Selasa, 21 Mei 2013 , 10:30:00


BALIKPAPAN-Perjuangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memperluas pasar ternyata tidak mudah, terutama  segmen pasar ritel modern. Sebab, selain persaingan dan persyaratan yang menggunakan standarisasi tertentu, pelaku juga dihadang keterbatasan modal.

"Umumnya, pelaku usaha yang eksis di segmen ritel modern harus menunggu beberapa waktu untuk mendapatkan pembayaran atas barang yang telah dipasok," ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Doortje Marpaung.

Untuk bisa bertahan, modal yang dibutuhkan pun harus lebih besar. Tak ayal, banyak pelaku usaha yang memilih putar haluan. "Mencari sektor usaha lain yang arus kas nya bisa lebih lancar," sambungnya. Itu sebabnya, dari total 17.981 unit usaja UMKM di Kota Balikpapan, hanya 81 unit yang berhasil masuk di pasar modern tersebut.

Pasalnya, ujar dia menambahkan, untuk meningkatkan permodalan pelaku usaha tidak serta merta mendapat pinjaman modal dari lembaga keuangan lantaran ada serentetan persyaratan administratif yang wajib dipenuhi. Belum lagi tingginya selektivitas lembaga keuangan dalam memilih calon debitur. Ya, permodalan masih menjadi kendala pelaku mikro dan kecil. Bahkan itu berlaku di hampir semua segmen pasar.

Disebutkan, saat ini dari 17.981 unit usaha UMKM yang terdata di Dinas Peringdakop, 28 di antaranya merupakan usaha mikro, 11.998 usaha kecil dan 4.272 usaha skala menengah. Sedangkan yang berskala besar sebanyak 1.683 unit usaha.(bp-17)

 
OTHER NEWS
Sabtu, 23 Agustus 2014 , 01:52:00

Tumbuhkan Industri Kreatif, Telkom Resmikan DiLo

BALIKPAPAN - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kemarin (22/8) resmi meluncurkan Digital Lounge (DiLo) pusat kreatif ragam akses teknologi yang memadukan fungsi ...

Sabtu, 23 Agustus 2014 , 01:51:00

Kini Terdapat Rental Mainan Anak

BALIKPAPAN - Tingginya gelombang pendatang rupanya membuka peluang usaha baru. Salah satunya rental perlengkapan bayi dan mainan anak usia 1-7 tahun di kawasan Kampung ...

Sabtu, 23 Agustus 2014 , 01:51:00

KKP Sebut RI Boleh Impor Ikan

JAKARTA - Pemerintah masih mengimpor produk hasil kelautan dan perikanan meski di dalam negeri, Indonesia kaya akan hasil laut dan perikanan. Kementerian Kelautan dan ...

Sabtu, 23 Agustus 2014 , 01:50:00

Produksi Ikan Bakal Turun 10 Persen

JAKARTA - Produksi sektor perikanan di Indonesia dinilai bakal turun. Ini akibat langkah Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengurangi alokasi BBM su ...

Sabtu, 23 Agustus 2014 , 01:49:00

Jokowi-JK Gunakan 5 Pendekatan untuk Genjot Infrastruktur

JAKARTA -  Pasangan presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019, Joko Widodo-Jusuf Kalla menyadari betul arti penting infrastruktur bagi pertumbuhan ekonomi. K ...

 
SUPER LIGA
Ujian Pertama The Gunners
LIVERPOOL -  Pelatih Arsenal Arsene Wenger merasa anak buahnya belum mendapat tantangan bera ...
Other
 
Kaltim
RTH Telan Anggaran Rp 1,7 Miliar
PENAJAM - Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Penajam Paser Utara sementar ...
Other
 
Metropolis
APBD-P 2014 Ditetapkan Rp3,1 T
BALIKPAPAN – Anggota DPRD Balikpapan periode 2009-2014 mengakhiri tugasnya dengan menetapka ...
Other
 
Kecamatan
Penataan Lahan Terus Dipantau
BALIKPAPAN - Adanya pengupasan lahan yang berdampak kerusakan lingkungan di wilayah Kecamatan Bal ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1