Kamis, 16 Mei 2013 , 09:04:00


SEMPAT MENUMPUK : Akibat aksi mogok kerja, sampah di TPS masih menumpuk tak terangkut Selasa (14/2). Mereka mendesak pimpinan DKPP memenuhi tuntutannya.

BALIKPAPAN- Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Balikpapan, memastikan seluruh sampah yang ada di setiap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sudah terangkut. Para sopir truk pengangkut sampah maupun anak buah kendaraan (ABK)-petugas yang ada di belakang truk sudah bekerja nomal, pada Rabu (15/5) kemarin.

“Sudah diangkut semua, sudah kita bicarakan semua dengan mereka. Ada kesepakatan, jadi mereka sudah bekerja seperti biasa,” ujar Sekretaris DKPP Balikpapan, Drs Astani.

Sekedar informasi, Selasa (14/2) semua sopir truk dan ABK yang bertugas di bawah naungan DKPP melakukan aksi mogok kerja. Akibatnya, berton-ton sampah se-Balikpapan tidak terangkut. Menumpuk di masing-masing Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Padalah, akhir-akhir ini adalah waktu yang rawan buat Balikpapan mempertahankan Adipura dan mengejar Adipura Kencana.

Salah seorang ABK menyebut aksi mogok merupakan rangkaian kekecewaan mereka. Ini adalah kali kedua. Pertama, pada 1 Mei lalu. Masalahnya, kata dia, insentif untuk petugas kebersihan tersebut terlambat cair. Kemudian disusul masalah terlambat keluarnya kupon pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan pengangkut sampah. Sehingga beberapa kendaraan oeprasionalnya terhenti.

“Itu mogok yang pertama. Sebelumnya kita sudah sampaikan ke pimpinan, kemudian dijanjikan 1 Mei masalah insentif dan anggaran BBM itu selesai. Ternyata sampai hari H, belum juga ada tanda-tanda makanya mogok,” ujarnya, sembari mewanti-wanti identitasnya tidak dikorankan.

Lantas apa pemicu aksi mogok kemarin? Ditanya soal ini, dia menyebut bahwa aksi tersebut ada kaitannya dengan mutasi dua rekan mereka dari DKPP ke dua instansi berbeda. Sebagian besar dari mereka menganggap, bahwa keduanya punya andil besar sebagai fasilitator asipirasi kepada pimpinan.

“Teman-teman merasa aneh, kok mereka berdua tiba-tiba dimutasi. Memang kita tahu, mereka berdua selalu berusaha menyampaikan aspirasi kita-kita ke pimpinan, mungkin itu ada yang tidak suka. Makanya dimutasi,” terang dia.

Dua pegawai di DKPP yeng dimutasi ada Sofyan dan Khairul. Masing-masing dimutasi ke Bagian Kerjasama Daerah, Administrasi Wilayah dan Pertanahan Sekdakot serta Bagian Umum dan Perlengkapan Sekdakot. Dikonfirmasi soal aksi mogok ini, Sofyan mengaku tidak tahu.

“Mas, saya ini juga kaget. Tidak tahun apa-apa, tida-tiba tadi (kemarin) dengar kabar dari teman-temen kalau mereka lagi mogok kerja. Saya tanya alasan mogok, mereka bilang ya gara-gara saya dan Khairul dimutasi,” jelas Sofyan.

Sofyan juga membantah kalau dirinya dan Khairul yang meminta rekan-rekannya melakukan aksi mogok tersebut. “Terus terang tidak ada saya nyuruh mereka, kalaupun mereka melakukan itu murni mungkin karena rasa solidaritas.

Makanya saya juga bingung, saya merasa tidak enak dengan pimpinan dikira saya sengaja,” ungkapnya. Dia juga tidak mempermasalahkan mutasi tersebut. “Saya tidak masalah, saya mengerti namanya pegawai ya harus siap mentaati keputusan pimpinan mau pindah ke mana saja. Makanya begitu tahu ada mogok, saya juga beri pengertian ke teman-teman,” beber Sofyan.

Hal senada juga disampaikan Khairul. Dia menjelaskan, kemarin pagi sempat bingung melihat sampah di sejumlah TPS masih terisi penuh. Tidak seperti biasanya sudah bersih, terangkut ke Tempat Pembungan Sampah (TPS). Rupanya, ia juga baru mendengar kabar bahwa mantan rekan kerjanya di DKPP sedang mogok.

“Saya kaget waktu jalan mau kerja pemkot, kok masih banyak sampah. Sekalinya teman-teman itu memang lagi mogok. Kalau soal mogok karena saya dimutasi, saya tidak pernah tahu sebelumnya,” aku dia.

Memang dia dan Sofyan punya hubungan erat. Begitu ada permasalahan, keluhan dan saran dari rekan-rekannya selalu mereka berdua yang memediasi ke pimpinan. “Mungkin ada salah ucap, sikap atau lainnya dari diri saya dan Mas Sofyan saya tidak tahu. Pimpinan juga tidak pernah bilang kalau tidak suka dengan sikap saya. Tahu-tahu dimutasi,” beber pria yang baru saja diangkat PNS ini.

“Jadi Mas, saya tidak tahu masalah mogok kerja ini. Saya juga sudah merasa nyaman kerja di tempat yang baru di Bagian Umum, nggak ada masalah. Tapi mungkin teman-teman merasa saya dibuang, tapi itu kan pikiran teman-teman saja. Kalau saya, tidak masalah, kerja seperti biasa saja,” ungkap Khairul.

Menyikapi ini, Astani menuturkan bahwa memang alasan-alasan itu sempat disampaikan. Seperti masalah kupon BBM, dan insentif pekerja. “Kalau soal BBM, insentif itu sudah selesai. Memang sempat kupon beli BBM kita terlambat, tidak full selama 10 hari. Tapi tidak sering terjadi, hanya memang sempat di awal-awal saja. Itu juga ada kaitan dengan kelangkaan BBM,” beber Astani.

Untuk mutasi kedua pegawai DKPP, diakuinya itu memang menjadi sebuah kebutuhan. “Mereka memang dibutuhkan (instansi yang baru), lagi pula ‘kan mereka sudah PNS. Jadi biasalah pindah-pindah itu,” akunya.  Apalagi tuntutan mereka yang lain? “Ada juga soal beras.

Jadi mereka itu ‘kan dapat makan setiap hari, nasi kotak. Nah mereka minta tidak perlu diberi makan, cukup diganti dengan uang beras saja.  Semuanya Insya Allah besok (hari ini, Red) akan kita berikan jawabannya semua terkait tuntutan mereka,”  sebut Astani.

Rencananya, semua tuntutan para sopir dan ABK tersebut akan dijawab langsung oleh Kepala DKPP Robi Rusuwanto. “Saya mungkin mendampingi saja. Untuk jamnya kapan saya belum bisa pastikan, dilihat besok nanti,” pungkas Astani.(die)

 
OTHER NEWS
Senin, 01 September 2014 , 10:04:00

Tingkatkan Keahlian Menaklukkan Api

BALIKPAPAN-Untuk memaksimalkan keterampilan memadamkan kobaran api, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan menggelar lomba ketangkasan antar unit p ...

Senin, 01 September 2014 , 10:03:00

Siring Longsor RT 33 Prapatan Belum Diperbaiki

BALIKPAPAN-Kondisi siring longsor di RT 33 Prapatan Dalam, Kelurahan Prapatan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki oleh dinas terkait. Padahal, keja ...

Senin, 01 September 2014 , 10:02:00

Minggu ini, Proyek SPGRM RT 30 Bakal Dimulai

BALIKPAPAN—Tampaknya banyak RT di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota (Balkot) dalam memeriahkan semarak HUT ke 69 RI, salah satunya adalah di RT 30 Telagasari. ...

Senin, 01 September 2014 , 10:02:00

NU Tetap Imbau Warga Waspada ISIS

BALIKPAPAN—Dalam rangka mencegah masuknya ideologi dan paham radikalisme Islamic State of Irak and Syiria (ISIS) diperlukan adanya pemahaman agama yang utuh di k ...

Senin, 01 September 2014 , 09:41:00

Seniman Balikpapan Butuh Wadah

BALIKPAPAN-Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) berharap mendapatkan ruangan di gedung kesenian yang telah berdiri megah di Jl Syarifuddin Yoes, Kelurahan Sepinggan, Balikp ...

 
SUPER LIGA
Permainan Kasar, Aman dari Zona Degradasi
BALIKPAPAN- Plong! Itulah perasaan  para penggawa tim Persiba Balikpapan dan segenap pecinta ...
Other
 
Kaltim
Diikuti 80 Peserta
PENAJAM- Ribuan warga memadati sepanjang garis pantai Nipahnipah untuk menyaksikan Festival Layan ...
Other
 
Metropolis
ANGGUN DAN MENAWAN
BALIKPAPAN- Acara nonton bareng (Nobar) moto GP yang berlangsung di halaman parkir e-Walk Balikpa ...
Other
 
Kecamatan
Wawali Beri Semangat Jalan Santai
BALIKPAPAN-Puncak peringatan HUT Kemerdekaan   RI ke-69 yang digekar di RT 53 Perumahan ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1