Rabu, 15 Mei 2013 , 11:02:00


SIDANG MILITER : Putut memberikan kesaksian atas terdakwa Serda Agus dan Koptu Yuda. Hendi selaku korban tetap membantah tuduhan menghamili Putut.

BEGINILAH jadinya kalau tentara main hakim sendiri. Main borgol, main pukul, akhirnya oknum TNI AD tersebut diseret ke meja hijau Pengadilan Militer I07 Balikpapan. Pemicu permasalahan hukum tersebut berawal dari kisah cinta seorang wanita cantik dengan seorang penyiar radio di Samarinda.

annur fajar (annur_fajar@yahoo.co.id)

DUA anggota TNI AD bertugas di Samarinda, Serda Agus dan Koptu Yuda duduk di kursi pesakitan Pengadilan Militer Balikpapan, Selasa (14/5) kemarin. Dua tentara yang masih berkeluarga tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya main hakim sendiri, menganiaya seorang penyiar RRI Samarinda, bernama Hendi Manggala Putra (24), Senin (19/11/2012) lalu.

Yang keterlaluan lagi, kejadiannya di studio Pro 2 RRI Samarinda,Jl M Yamin saat Hendi giliran tugas siaran, 06.15 Wita. Hendi diborgol dan diseret keluar studio dan dihajar hingga wajahnya berdarah-darah. Agus dan Yuda disidang oleh majelis hakim militer yang dipimpin Mayor CHK Mulyono SH beranggotakan Mayor CHK Nurdin dan Raham SH. Selaku oditur (jaksa militer) Mayor CHK Rizky Gunturida SH.

Dari persidangan terungkap bahwa pemicu penganiayaan adalah pengakuan seorang wanita cantik berjilbab bernama Putut Wahyu Indriani (22). Cewek tersebut tak lain adik terdakwa Agus dan Yuda. Puput mengaku dua kali hamil dan digugurkan, Kehamilan tersebut, menurut Putut akibat hubungan badan dengan Hendi. Putut dan Hendi memang pernah berpacaran selama 10 bulan, kemudian putus.

Lantas Putut dan ibunya mendatangi Hendi di lantai 2 studio Pro 2 FM RRI untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya. Namun Hendi menolak bertanggung jawab dengan alasan tidak pernah melakukan hubungan badan dengan Putut. Kemudian dua kakak Putut yang tentara yakni Serda Agus dan Koptu Yuda menyusul naik di lantai 2 RRI, dan memaksa Hendi untuk ngomong kepada orangtua Hendi sebagai pertanggungjawaban.

Saat itu ada saksi bernama Tino, teman penyiar Hendi. Hendi menolak, lantas diborgol oleh terdakwa Yuda. Hendi berontak hingga borgolnya lepas. Akibatnya Hendi dipukul pakai borgol hingga wajahnya berdarah-darah. Saat itu terdakwa Agus memegangi krah Hendi. Dalam persidangan tersebut, Putut yang dihadirkan dalam persidangan mengaku peristiwa penganiayaan yang dilakukan kedua kakaknya berawal dari hubungan antara dirinya dan Hendi yang mulai retak dalam beberapa bulan terakhir.

Di mana, Hendi tak lagi mau menemui dirinya. Sementara, kisah kasih yang sudah terjalin diantara keduanya terlampau jauh. "Saya datang ke RRI bersama ibu dan kedua kakak saya, karena ingin menyelesaikan masalah kami. Meminta tanggung jawab Hendi karena hubungan kami sudah terlalu jauh. Tapi Hendi selalu menghindar. Sebelum kejadian, ibu saya juga sudah memohon pada Hendi agar mengakui perbuatannya pada saya dan mengatakan pada kedua orangtuanya. Tapi Hendi tetap tidak mau mengakui," ungkap Putut di hadapan majelis hakim.

Putut membeberkan seputar kedekatannya dengan Hendi yang selama 10 bulan, sudah beberapa kali melakukan hubungan badan seperti suami istri. Bahkan dari perbuatan tersebut ia sempat dua kali terlambat bulan. "Beberapa kali. Di rumah temannya, di hotel juga di rumah orangtuanya," kata Putut. Pengakuan Putut ini, langsung dibantah oleh Hendi.

Baik di dalam persidangan, maupun di hadapan awak media yang mewawancarainya. "Saya bersumpah tidak pernah melakukan hubungan seperti itu dengannya. Saya percaya, hukum akan berbuat seadil-adilnya dengan melihat kebenaran dari perkara ini. Banyak saksi yang melihat saya dikeroyok saat itu," tandas Hendi. "Dia memukul jidat saya dengan borgol. Sedangkan Agus menarik kerah baju saya.

Dari lantai dua saya diseret keduanya masuk ke dalam mobil. Mereka bilang, begini kalau berani berurusan dengan keluarga tentara," kata Hendi. Pernyataan Hendi tersebut dibenarkan oleh terdakwa Yuda. Namun soal menarik paksa, tidak diakui keduanya. "Saya sempat bicara baik-baik dengan Hendi, tapi dia ngotot. Saya ajak ke rumahnya untuk menyelesaikan permasalahan dengan adik saya, tapi mengelak terus.

Saya ambil borgol, tapi karena mengelak saya pukul. Tidak sadar kalau di tangan saya ada borgol. Saya hanya menghantamnya dua kali kena di dahi," ungkap Yuda. Dalam sidang perdana tersebut, selain mendengarkan pembacaan dakwaan, Oditur Mayor CHK Gagan Hertawan SH juga menghadirkan beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian untuk dimintai keterangan. Termasuk rekan siaran korban yang bernama Tino.

Tino membenarkan terjadi peristiwa ribut-ribut di kantor RRI Samarinda, November 2012 lalu waktu pagi hari. Saat itu ia juga melihat Hendi didatangi Putut, beserta seorang ibu dan dua laki-laki yang mengaku tentara. "Kebetulan saat itu, jam siaran saya dengan Hendi," ungkap Tino.

Dalam kasus ini, Oditur Mayor CHK Gagan Hertawan SH menjerat terdakwa Serda Agus dan Koptu Yuda dengan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman 2 tahun 8 bulan dan pasal 170 ayat 2 KUHP tentang pengeroyokan bersama-sama, diancam penjara 7 tahun.(*)

 
OTHER NEWS
Jum\'at, 18 April 2014 , 14:37:00

Hakim Anggota Diganti, Chairil Menolak Disidang

BALIKPAPAN- Sidang kedua pelanggaran pemilihan umum (pemilu) legislatif dengan terdakwa Chairil Anwar yang dijadwalkan Kamis (17/4) kemarin, tidak berjalan mulus. Sida ...

Jum\'at, 18 April 2014 , 14:36:00

Nenek Tertangkap CCTV Ngutil

BALIKPAPAN–Entah apa yang ada di pikiran Leni (50) saat mengambil barang di sebuah mini market tanpa membayar. Padahal tindak pencurian ini dilakukannya dengan s ...

Jum\'at, 18 April 2014 , 14:32:00

Bupati Kutai Timur Dipanggil KPK

JAKARTA – Terdakwa Anas Urbaningrum membantah memiliki tambang batu bara di Kutai Timur. Ia mengaku pernah membeli tambang di Pasar Rumput. "Tambang? &lsquo ...

Jum\'at, 18 April 2014 , 14:29:00

Pintar Mengelabui Orangtua, Uang selalu Habis untuk Shopping

Praktik prostitusi terselubung semakin menggila. Di Kota Minyak, selain layanan prostitusi berkedok jasa pijat, anak baru gede yang menjual keperawanannya, kini muncul ...

Jum\'at, 18 April 2014 , 14:28:00

Asal Potong Jalan, Akhirnya Ditabrak

BALIKPAPAN- Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan dua sepeda motor kembali terjadi. Kamis (17/4) siang, sekira pukul 11.30 Wita sepeda motor Suzuki Shogu ...

 
SUPER LIGA
Finishing Belum Meyakinkan
BALIKPAPAN– Urusan finishing tampaknya masih menjadi kendala serius tim Persiba Balikpapan ...
Other
 
Kaltim
PPU Sempat Kekurangan Satu LJK
PENAJAM- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kabupeten Penajam Paser Utara (PPU) berjalan dengan l ...
Other
 
Metropolis
RAMPUNG
BALIKPAPAN- Rapat pleno rekapitulasi penghitungan surat suara Pileg 2014 yang berakhir di PPK Bal ...
Other
 
Kecamatan
Akses Jalan Makin Prihatin
BALIKPAPAN- Beberapa kawasan di Kota Balikpapan terbilang masih memprihatinkan. Cukup jauh dari h ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1