Senin, 13 Mei 2013 , 09:16:00


BALIKPAPAN-Habis sudah kesabaran H Sappe. Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Balikpapan itu, secara terbuka menyatakan mundur sebagai anggota DPRD Balikpapan dan keluar dari Partai Golkar. Pengunduran diri ini disampaikannya kepada sejumlah wartawan media lokal dan nasional, di kediamannya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman No 24 Balikpapan, Minggu (12/5) kemarin.

“Terhitung mulai Senin besok tanggal 13 Mei 2013 (hari ini, red), saya resmi menyatakan mundur sebagai anggota DPRD Balikpapan dan sekaligus keluar dari Partai Golkar,” kata H Sappe didampingi para pendukungnya.

Menurut H Sappe, pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD dan Partai Golkar ini, tidak murni dari dirinya pribadi, tapi lebih besar atas desakkan ribuan konstituen (para pendukung dan simpatisannya, red), yang memintanya mundur---karena merasa dirinya telah “dilecehkan” saat sidang paripurna DPRD Balikpapan beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, saat sidang paripurna DPRD itu, H Sappe bersama seorang koleganya diusir keluar ruangan oleh Ketua DPRD Balikpapan H Andi Burhanuddin Solong yang juga pimpinan sidang kala itu. “Saya bersama Pak Yajid diusir keluar ruangan sidang, karena dianggap terlambat dan melanggar disiplin. Padahal, yang terlambat bukan hanya kami berdua saja,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Balikpapan ini.

Sidang paripurna itu sendiri, ucap H Sappe, sebenarnya mundur dari jadwal pukul 09.30 tapi baru dimulai pukul 10.00. Ia sendiri, sudah berada di gedung dewan sejak pagi, namun karena ada tamu dari masyarakat yang berkunjung, ia sedikit terlambat memasukki ruangan sidang. “Kalau alasannya penegakkan disiplin, caranya tidak seperti itu.

DPRD itu bukan perusahaan atau lembaga pendidikan, dimana seorang direktur bisa bertindak semaunya. Di perusahaan saja ada ketentuan dalam menjatuhkan sanksi bagi karyawan yang tidak disiplin misalnya lewat tahapan peringatan, tidak main pecat dan pengusiran,” ujarnya.

Yang disoal H Sappe juga mekanisme undangan rapat paripurna DPRD yang disampaikan lewat pesan singkat atau short message service (SMS). “Undangan rapat via SMS ini bukan hanya sekali, tapi berkali-kali terjadi. Masak lembaga DPRD mengundang rapat lewat SMS,” tukasnya.

Karena itu terang politikus kelahiran Sinjai, 27 April 1951,  dua periode mengabdi di DPRD Balikpapan dan 30 tahun di Partai Golkar ini, ia akhirnya memutuskan mengambil sikap. “Sikap saya jelas. Mundur dari anggota DPRD Balikpapan dan keluar dari Partai Golkar,” kata H Sappe yang posisi terakhirnya di Partai Golkar Balikpapan adalah sebagai ketua dewan penasehat ini.

H Sappe mengakui, secara pribadi ia sudah memberikan maaf atas sikap Ketua DPRD Balikpapan saat sidang paripurna itu. Namun, ribuan konsituen (pendukungnya, red) yang mengetahui peristiwa pengusiran dirinya di media massa, langsung bereaksi dan mendatangi rumahnya sejak kejadian itu. “Saya bisa duduk di DPRD itu karena suara mereka.

Kalau rakyat dan pendukung saya tersinggung dan menghendaki saya mundur, tidak mungkin saya tolak,” tandas H Sappe seraya menyebut, suara yang dia raih selama dua periode pemilu yang menempatkannya duduk di legislatif adalah suara murni dari masyarakat yang memilihnya—bukan suara rekayasa.

Lalu kemana H Sappe berlabuh jika resmi keluar dari legislatif dan Partai Golkar? “Dari awal saya sudah menegaskan memang tidak maju lagi sebagai caleg untuk pemilu 2014. Tapi, dengan kejadian ini, justru lebih mempercepat langkah saya untuk berhenti sebagai politikus. Saya tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana,” kata H Sappe yang menyebut, pengunduran dirinya ini baru Jilid I, karena ada Jilid II dan seterusnya yang akhirnya akan menentukan kemana langkah politik ia selanjutnya.

PEMBELAJARAN POLITIK

Sementara sejumlah pendukungnya seperti H Amiruddin, H Tolleng, H Riduan, H Dullah dan Anik dari Rt 10 Kelurahan Damai, ramai-ramai menyatakan kekecewaan mereka atas peristiwa pengusiran H Sappe di DPRD. “Kejadian yang menimpa H Sappe ini harus menjadi pembelajaran politik, bahwa menegakkan disiplin juga harus jelas dasar ketentuannya. Jadi, tidak main usir begitu saja,” ujar H Amiruddin.

Menurut tokoh masyarakat di RT 052 di Balikpapan Selatan ini, sebagai pendukung setia H Sappe, mereka sangat tersinggung karena wakil mereka di DPRD diperlakukan seperti itu. “Mundurnya H Sappe dari DPRD dan keluar dari Partai Golkar, harus jadi pembelajaran politik bagi siapa saja. Bahwa berpolitik haruslah dilakukan dengan santun dan beretika,” ucapnya.

Ia mengingatkan, menjadi anggota DPRD adalah pilihan rakyat. Karena itu, ketika H Sappe yang mereka pilih dan berhasil duduk dua periode di legislatif diperlakukan tidak semestinya, yakni dipermalukan di depan sidang paripurna, jelas membuat simpatisannya marah dan tersinggung. “Kalau H Sappe mundur dari DPRD dan kemudian keluar dari Partai Golkar, tentu kami juga akan mengambil sikap yang sama,” ujar H Amiruddin.

Hal yang sama dikatakan H Tolleng dan Anik, dua simpatisan lainnya. Keduanya berharap, kejadian yang menimpa H Sappe ini adalah yang terakhir dan jadi pelajaran bagi pimpinan di DPRD Balikpapan untuk bersikap lebih bijak. “Kami jelas tersinggung orang yang kami pilih dan sangat kami hormati, diperlakukan tidak semestinya di depan banyak orang,” ujar H Tolleng.

Keluarnya H Sappe keluar dari Partai Golkar, berarti mengikuti langkah salah seorang putranya H Haris, yang beberapa waktu lalu juga menyatakan keluar dan bergabung di Partai Demokrat Balikpapan. “H Haris keluar dari Partai Golkar itu tidak ada hubungannya dengan keputusan yang saya ambil,” pungkas H Sappe.(rud)

 
OTHER NEWS
Minggu, 27 Juli 2014 , 12:45:00

BERKUALITAS

BALIKPAPAN: SMP Patra Dharma (PD) yang terletak di Jalan Sekolah Perapatan ini, bisa bersaing dengan sejumlah sekolah negeri favorit di ‘Kota Minyak’. ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:43:00

Antisipasi Siswa Titipan

BALIKPAPAN-Untuk menghindari adanya siswa titipan yang dilakukan anggota DPRD dan oknum tertentu  dalam setiap pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Kuncinya ora ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:42:00

Jangan Sepelekan Peran Sekolah Swasta

BALIKPAPAN-Agar kualitas sekolah swasta dan negeri di Kota Minyak menjadi merata, perlu sinergi atau kerjasama antara kedua sekolah sehingga saat Penerimaan Peserta Di ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:41:00

Stakeholder Pendidikan Harus Bersinergi

BALIKPAPAN-Permasalahan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) diperkirakan akan terus terjadi di ‘Kota Minyak’ tahun 2015 mendatang. Pemkot diharapkan dapa ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:40:00

Kualitas Sekolah Swasta Tidak Kalah dengan Negeri

BALIKPAPAN-Sudah saatnya sekolah swasta melakukan pembenahan terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) setiap tahun. Hal ...

 
SUPER LIGA
Wajib Latihan 1 Agustus
BALIKPAPAN- Libur Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah sudah diberikan manajemen tim Persiba Balikpapa ...
Other
 
Kaltim
H-3 Idul Fitri, Harga Daging Sapi Melambung
PENAJAM - Memasuki H-3 lebaran Idul Fitri, sejumlah komuditas kebutuhan pokok di Kabupaten Penaja ...
Other
 
Metropolis
BERKUALITAS
BALIKPAPAN: SMP Patra Dharma (PD) yang terletak di Jalan Sekolah Perapatan ini, bisa bersaing den ...
Other
 
Kecamatan
Waspada, DBD Masih Mengancam
BALIKPAPAN - Hingga saat ini, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengancam. Untuk menekan ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1