Selasa, 16 April 2013 , 11:45:00


BALIKPAPAN-Ruang gerak pengembang dikabarkan makin terbatas menyusul adanya aturan mengenai batas minimum luas tanah yang wajib dipenuhi seluas 150 meter persegi untuk dapat membangun rumah sejahtera tapak. Hal ini dikemukakan Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kaltim, Sri Suko Lestari dalam sebuah kesempatan, belum lama ini.

"Ini sesuai dengan yang disampaikan anggota Apersi. Masukan ini akan disampaikan ke pemerintah daerah,” tuturnya. Dia menjelaskan, regulasi tersebut membuat pengembang tidak bisa membangun perumahan karena ketersediaan lahan yang terbatas. Dampaknya, bisnis properti akan sulit berkembang. Sri, sapaan akrabnya, belum mengetahui apakah aturan tersebut berlaku secara menyeluruh di Balikpapan.

Sebab, sejumlah kota besar sudah menerapkan. "Depok sudah (menerapkan) karena ada masalah pada kontur tanah. Apabila alasan ini yang digunakan, tentu pengembang akan mengikuti karena termasuk dalam faktor risiko dan keselamatan hunian. Namun, berdasarkan informasi yang diperolehnya, kawasan Balikpapan Utara sudah menerapkannya. Baik untuk rumah dengan luas lantai 26 meter persegi, pengembang harus tetap menyediakan lahan minimal seluas 150 meter persegi.(dra)

 
OTHER NEWS
Kamis, 24 April 2014 , 08:20:00

Minimarket Diklaim Kurangi Beban Pemerintah

BALIKPAPAN-Berjaya di rumah sendiri rupanya tidak serta merta didapat pelaku usaha lokal. Apalagi bagi pemain luar. Pasalnya ada saja aturan yang mengekang ekspansi us ...

Kamis, 24 April 2014 , 08:20:00

Akui Kesulitan Izin dan Investasi

BALIKPAPAN- Sebagai salah satu perusahaan Oil and Gas terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 700 produk dan 100 ribu pekerja, Total E&P Indonesie (TEPI) me ...

Kamis, 24 April 2014 , 08:19:00

Persaingan Justru Tunjukkan Potensi

BALIKPAPAN-Geliat pengembangan hunian di Kota Minyak semakin pesat. Termasuk jenis hunian yang dikembangkan. Tidak saja tempat tinggal konvensional tapi sudah mengarah ...

Rabu, 23 April 2014 , 08:42:00

Apersi Tolak Akuisisi BTN oleh Mandiri

BALIKPAPAN-Kabar akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk ditentang Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi). ...

Rabu, 23 April 2014 , 08:41:00

Pemilu, Laju Penjualan Sektor Properti Melambat

BALIKPAPAN—Bagi sebagian pelaku usaha, tahun 2014 merupakan tahun yang berat. Pasalnya nyaris tanpa jeda, sepanjang tahun terdapat berbagai momen besar. Mulai Pe ...

 
SUPER LIGA
Misi Keluar Zona Merah
BALIKPAPAN– Bayang-bayang degradasi semakin menghantui Persiba Balikpapan. Hanya mengoleksi ...
Other
 
Kaltim
RPJMD Jadi Landasan Hukum, Minta Segera Disahkan
PENAJAM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ...
Other
 
Metropolis
Sepinggan Raya Tercemar Limbah Berbahaya
BALIKPAPAN- Sejumlah warga mengeluhkan limbah bekas pelumas kendaraan yang dibuang di drainase ka ...
Other
 
Kecamatan
Jalan Projakal Km 5 Rusak Parah
BALIKPAPAN-Kondisi jalan Projakal KM 5 Kelurahan Graha Indah semakin parah sehingga dikeluhkan wa ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1