Kamis, 14 Maret 2013 , 12:00:00


BALIKPAPAN- Sampai kapan persoalan pedagang kaki lima (PKL) bensin eceran bisa tuntas? Pertanyaan mendasar ini perlu jawaban segera dan tindakan nyata. Pasalnya, usaha Satpol PP rutin menertibakn PKL bensin eceran tak membuahkan hasil. Hingga kini mereka masih membuka usaha illegal tersebut, bahkan cenderung banyak pelaku baru.

Bagaimana bentuk penegakan aturan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai aparat pemerintah kota, kok sampai sekarang PKL bensin kian menjamur? Apakah benar mereka kebal perda?

Saat dikonfirmasi, Kasi Ops Satpol PP Balikpapan Drs Subardiyono mengatakan sudah berusaha maksimal menekan jumlah PKL bensin eceran di Balikpapan, terutama yang berada di atas fasilitas umum (fasum). Namun, ia mengakui dalam setiap penertiban, PKL seperti tak kunjung jera meski sudah barang dagangan mereka sudah disita.

Padahal, PKL yang berjualan eceran tersebut juga jelas-jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 31 Tahun 2000 junto Perda Nomor 13 Tahun 2006, tepatnya di pasal 14 poin a yang berbunyi “Dilarang menjual bahan bakar minyak (BBM) secara eceran di sembarang tempat, terkecuali yang telah ditentukan khusus untuk itu dan harus mendapatkan izin dari kepala daerah atau pejabat”.

"Dalam setiap penertiban PKL, dasar kita sesuai Perda Nomor 13 Tahun 2006 tersebut. Tetapi faktanya, usai dirazia kembali muncul PKL baru di kawasan lainnya," kata Subardiyono saat menjawab Balikpapan Pos di ruang kerjanya, Rabu (14/3) kemarin.

Diakuinya, dengan aturan tersebut sangat jelas segala aktivitas jual beli bensin eceran di luar tempat yang sudah ditentukan, dalam hal ini Sataisun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak diperbolehkan. Dan, jika hendak berjualan wajib mendapatkan izin kepala daerah yakni wali kota atau pejabat yang berwenang lainnya seperti yang tertuang dalam perda. "Kita (Satpol PP, Red) sudah melakukan rutinitas razia PKL bensin eceran. Terlebih lagi, dengan adanya tambahan instruksi wali kota untuk kian menggencar penertiban," lanjut mantan Lurah Manggar ini.

"Masalah PKL bensin memang pelik, perlu kesadaran masyarakat bahwa menjual bensin eceran sangat berbahaya. Memang untungnya besar, tetapi risiko bisa fatal di kemudian hari, terutama masalah kebakaran," beber Subardiyono.

Berkaitan ini, tampaknya sinergi antara Pertamina dan pihak kepolisian untuk meminimalisir peluang PKL untuk mendapatkan bensin dari SPBU harus dilakukan. Saat ini, meski Satpol PP rutin melaksanakan razia, apabila tidak dilakukan pengawasan ketat di setiap SPBU, maka juga PKL tak kunjung hilang.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kaltim dr Afdillah Ismi Chandra mengatakan, jika aturan menjual BBM secara eceran dilarang dalam perda, aparat pemerintah harus tegas. Semua PKL harus ditertibkan. "Jika tidak tegas, contohnya yang terjadi sekarang ini. PKL bebas dan mudah mendapatkan bensin eceran di SPBU dengan berbagai cara dan trik mengkelabui petugas. Bahkan, bukan tidak mungkin bekerjasama dengan petugas SPBU dengan memberikan tips," ujar Afdillah Chandra.

Ditanya mengenai kewenangan Ombudsman dalam melihat masalah PKL ini, Chandra menuturkan Ombudsman memiliki wewenang karena kemungkinan bisa terjadi maladministrasi. "Dalam kasus ini, wali kota sudah mengeluarkan instruksi dan juga jelas ada larangan dalam perda. Bisa terjadi maladministrasi, jika larangan sudah jelas tetapi penegakan aturan tidak maksimal dilakukan aparat pemerintah," lanjut pria berperawakan sedang ini.

Bukan hanya itu, Pertamina selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga wajib melakukan pengawasan di setiap SPBU yang merupakan binaannya. Jika terjadi ada pembiaran, juga bisadikatakan terjadi maladministrasi. "Kuncinya, jika sudah dilarang dalam perda, semua yang berkepentingan dalam masalah ini harus tegas. Poinnya hanya itu, harus tegas," pungkasnya.

Saat ini, PKL bensi bukan hanya mengganggu estetika kota karena tersebar bebas di seluruh wilayah Balikpapan. Ternyata, dampak keberadaan PKL ini juga merugikan konsumen secara luas.  SPBU yang merupakan tempat pengisian BBM terkena dampak langsung. Kuota yang disiapkan untuk pengendara tidak tersalurkan secara maksimal. Rata-rata stok BBM di SPBU habis sebelum tutup jam operasi. Kalaupun masih buka, pasti terjadi antrean panjang.(rus)

 
OTHER NEWS
Senin, 22 September 2014 , 03:00:00

Wawali Heru Suguhkan “Sakit Gigi”

“LEBIH Baik sakit gigi, daripada sakit hati ini, biar tak mengapa.....Rela, rela, rela aku relakan. Rela, rela, rela aku relakan”. Suara merdu itu bukan be ...

Senin, 22 September 2014 , 02:59:00

Balikpapan Masih Aman Kabut Asap Kiriman

BALIKPAPAN-Kebakaran hutan yang melanda wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), telah menyebabkan sejumlah daerah di wilayah Kalimantan tertutup asap tebal sehingga aktiv ...

Senin, 22 September 2014 , 02:58:00

PDAM Hentikan Sementara Pemasangan Baru

BALIKPAPAN - Untuk memaksimalkan pendistribusian air bersih kepada pelanggan di Kota Beriman, maka pihak PDAM akan segera membangun pipa isap (intake) baru 2015 nanti. ...

Senin, 22 September 2014 , 02:57:00

Banjir di Balbar Semakin Parah

BALIKPAPAN-Hujan lebat yang melanda Balikpapan, biasanya yang tergenang banjir cukup parah berada di wilayah Balikpapan Kota, Balikpapan Selatan dan Balikpapan Tengah. ...

Senin, 22 September 2014 , 02:55:00

Kenyang Diomeli, Tak Jijik Membersihkan BAB Lansia

Tak banyak orang yang mau menjadi petugas panti jompo. Tapi lain halnya bagi Norma. Wanita yang telah berusia 48 tahun ini bertekad mengabdi di Panti Sosial Tresna Wer ...

 
SUPER LIGA
Penentuan Juara Grup
INCHEON- Timnas U-23 akan menjalani laga penentuan juara grup E melawan Thailand di Incheon Footb ...
Other
 
Kaltim
Saloloang Dijadikan Kampung Lidi
PENAJAM- Ratusan warga menghadiri launching kampung lidi Saloloang, yang diresmikan langsung oleh ...
Other
 
Metropolis
Wawali Heru Suguhkan “Sakit Gigi”
“LEBIH Baik sakit gigi, daripada sakit hati ini, biar tak mengapa.....Rela, rela, rela aku ...
Other
 
Kecamatan
Harapan Warga RT 5 Batam Terwujud
BALIKPAPAN-Keinginan warga RT 5 Batu Ampar, Balikpapan Utara memiliki fasilitas lingkungan berupa ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1