Sabtu, 09 Maret 2013 , 09:09:00


Berdiri sejak transisi masa reformasi, PKB tentu punya cukup pengalaman untuk kembali bertarung pada Pileg 2014 mendatang. Dengan konsep partai Islam yang “terbuka” , PKB di Balikpapan mulai bertransformasi dan menjadikan pemuda sebagai ujung tombak kebangkitan.

SESUAI namanya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berdiri tahun 1998 pasca runtuhnya order baru dan beralih ke masa reformasi kini kembali melirik pemuda sebagai garda bangsa terdepan. Ini juga yang diperlihatkan dalam pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 mendatang. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Balikpapan, mengutamakan pemuda untuk maju.

“Semangatnya sama ketika PKB berdiri. Kita menilai pemuda punya potensi untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik, kendati para senior juga tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Kita ingin regenerasi itu ada,” ujar Ketua DPC PKB Kota Balikpapan, Muhammad Rafii.

Menurutnya, kehadiran PKB harus memberi warna tersendiri. Di parlemen, kader PKB yang nantinya lolos harus benar-benar mentaati komitmen yang dibangun sejak awal. Yakni mengutamakan kepentingan masyarakat, bukannya jauh. Harus berani menyuarakan suara kebenaran kendati dalam posisi terjepit.

“Karena itulah tantangannya menjadi wakil rakyat, tidak boleh tertekan oleh kekuasaan tertentu. Kita semua mengerti, di politik itu ada yang namanya bargaining, dan PKB harus bisa mengimbanginya,” tutur Rafii didamping Wakilnya, Ir Siwi Fajarinta Widya, Jumat (8/3) kemarin.

Bagaimana dengan persiapan pencalegkan? Berkaitan ini, Rafii mengaku bahwa proses pendataan sudah rampung. Sekarang, tinggal melakukan verifikasi dan seleksi. Ada tim khusus yang dibentuk untuk menilai para caleg dari berbagai aspek. Di antaranya  bagaimana kedekatan dan loyalitasnya kepada masyarakat, termasuk semangat sosialnya. “Kita berpikiran kalau ingin sukses, ada dua hal yang bisa dikerjakan. Pertama banyak uang dan kaya jiwa sosial, tapi jelas PKB tidak punya uang banyak. Jadi semangat sosial yang kita kedepankan, karena jiwa sosial ini lebih abadi ketimbang uang. Ini fakta, bukannya kita so-soan,” tambah Siwi.

Menjadi caleg PKB boleh dibilang tidak terlalu sulit, berbeda dengan partai lainnya. Menjadi caleg PKB, utamanya harus komitmen terhadap tujuan utama partai membangun masyarakat dan daerah menjadi lebih bagus. Berani untuk jujur, dan bersikap taktis. “Makanya kita tidak banyak caleg yang usianya lebih dari 55 tahun, rata-rata muda. Kita ingin caleg PKB berpikiran progresif, sama seperti tokoh Gus Dur dan Dahlan Iskan lah, kita optimis. Masyarakat sudah cerdas, tinggal kita bagaimana kita memilih caleg yang berkualitas yang potensi dipilih masyarakat, itu saja,” tutur Siwi.

Senada, Rafii menegaskan bagwa caleg yang “dibawa” PKB harus membawa perubahan. “Masa yang duduk di DPRD itu-itu saja, biarkan yang lain juga berpatisipasi. Orang baru pasti memberi warna baru, terutama pemuda. Tidak usahlah pintar bahasa Inggris, intelek terlalu tinggi. Percuma kalau ujung-ujungnya hanya untuk ngakal-ngakali rakyat,” sebut Rafii yng juga didampingi Wakil Ketua PKB, Idris dan perwakilan sayap partai Garda Bangsa, Badriansyah.

PKB juga tidak ingin memiliki target terlalu tinggi di pileg 2014. Jika periode 2009 lalu, tidak ada satu pun kader PKB yang masuk, maka ke depan setidaknya ada beberapa orang yang bisa membentuk fraksi mandiri. “Setiap dapil kita harapkan ada yang lolos, tapi memang itu berat. Yang jelas kita usahakan korum dulu (terbentuk satu fraksi minimal 4 orang, Red). Tidak usah muluk-muluk, yang penting kita perbanyak silaturahim saja ke masyarakat. Kita harus bisa bangkit,” terang Ketua GP Anshor Balikpapan ini.

Dia juga bercerita soal sejarah PKB yang tidak terlepas dari nafas Nahdatul Ulama (NU).  Makanya, kader PKB dilarang jauh-jauh dari ulama. “Kita ini partai rahmatan lil’alamin, dasar ini yang kita kembangkan. Memang kita punya dasar Islam, tapi kita terbuka untuk semua agama, semua suku, ras dan budaya. Kita memahami betul Indonesia yang heterogen, namun tetap ada aturan yang kita jadikan patokan. Selama tidak keluar dari yang ditetapkan, kenapa harus jadi masalah,” bebernya.

PKB juga memastikan, tidak akan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) selama kader yang bersangkutan melaksanakan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat dengan optimal. “Walaupun caleg satu dengan yang lain selisih 1 suara, silahkan jalankan amanah itu 5 tahun. Karena dari situ kita mengajarkan sikap legowo, mendorong rekan kita yang lolos agar bisa menjadi penyambung keinginan partai, penyambung suara masyarakat. Kecuali betul-betul tidak bisa lagi diingatkan, mau tidak mau kita tarik daripada justru melukai rakyat,” tambah Idris.

Pihaknya juga beruntung, beberapa partai yang tidak lolos verifikasi berbalik arah ke PKB. Misalnya Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU). “Sebenarnya NU terbuka, silahkan kader NU ke partai manapun. Tapi tidak ada salahnya, partai PKB yang punya sejarah erat dengan NU ini yang dibesarkan. Karena PKB didirikan untuk mewakili suara NU dan masyarakat Islam pada umumnya,” tambah Idris.

Peluang lain, PKB tergolong partai yang adem ayem. Hingga kini tak ada gonjang ganjing partai yang memengaruhi suara signifikan di masyarakat, baik di pusat atau daerah. “Kalau periode lalu iya, kita dihadapkan masalah besar berupa dualisme kepemimpinan partai. Tapi sekarang sudah selesai, makanya kita istilahkan kalau partai lain buka lembaran baru, kita tutup lembaran akhir. Ya kita mohon doa semuanya saja, supaya cita-cita kita ini kabul(dikabulkan, Red),” tandas Rafii sembari menyebut, ada strategi khusus yang dilakukan PKB untuk meraih hasil bagus di pileg 2014 yang menjadi pembeda dengan partai lain. “Strateginya apa, rahasia,” pungkasnya sembari tersenyum. (die)

 
OTHER NEWS
Minggu, 27 Juli 2014 , 12:45:00

BERKUALITAS

BALIKPAPAN: SMP Patra Dharma (PD) yang terletak di Jalan Sekolah Perapatan ini, bisa bersaing dengan sejumlah sekolah negeri favorit di ‘Kota Minyak’. ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:43:00

Antisipasi Siswa Titipan

BALIKPAPAN-Untuk menghindari adanya siswa titipan yang dilakukan anggota DPRD dan oknum tertentu  dalam setiap pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Kuncinya ora ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:42:00

Jangan Sepelekan Peran Sekolah Swasta

BALIKPAPAN-Agar kualitas sekolah swasta dan negeri di Kota Minyak menjadi merata, perlu sinergi atau kerjasama antara kedua sekolah sehingga saat Penerimaan Peserta Di ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:41:00

Stakeholder Pendidikan Harus Bersinergi

BALIKPAPAN-Permasalahan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) diperkirakan akan terus terjadi di ‘Kota Minyak’ tahun 2015 mendatang. Pemkot diharapkan dapa ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:40:00

Kualitas Sekolah Swasta Tidak Kalah dengan Negeri

BALIKPAPAN-Sudah saatnya sekolah swasta melakukan pembenahan terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) setiap tahun. Hal ...

 
SUPER LIGA
Wajib Latihan 1 Agustus
BALIKPAPAN- Libur Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah sudah diberikan manajemen tim Persiba Balikpapa ...
Other
 
Kaltim
H-3 Idul Fitri, Harga Daging Sapi Melambung
PENAJAM - Memasuki H-3 lebaran Idul Fitri, sejumlah komuditas kebutuhan pokok di Kabupaten Penaja ...
Other
 
Metropolis
BERKUALITAS
BALIKPAPAN: SMP Patra Dharma (PD) yang terletak di Jalan Sekolah Perapatan ini, bisa bersaing den ...
Other
 
Kecamatan
Waspada, DBD Masih Mengancam
BALIKPAPAN - Hingga saat ini, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengancam. Untuk menekan ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1