Minggu, 17 Februari 2013 , 15:54:00


BALIKPAPAN-Maraknya kasus pembuangan orok sungguh sangat memprihatinkan. Seorang psikolog Patria Rahmawaty PSi mengatakan, maraknya kasus pembuangan bayi ini karena bentuk perilaku yang tidak bertanggung jawab dari orangtua orok ataupun bayi. Hal tersebut dilakukan bukan hanya kemauan ibu pengandung janin, tetapi biasanya ada tekanan dari oknum tertentu yang tidak juga menginginkan kelahiran sang bayi.

“Sebenarnya orok atau bayi yang dibuang maupun digugurkan tidak ada yang salah, yang salah hanyalah perilaku dari orangtua dari orok atau bayi yang dibuang tersebut,” ujar Rahmawaty-akrab Patria Rahmawaty disapa-kepada Balikpapan Pos, Sabtu (16/2) kemarin.

Selain itu, ia menambahkan,adanya faktor untuk menutupi aib, sehingga nekat melakukan aborsi dan membuang orok dijadikan jalan pintas untuk menghapus rasa malu kepada masyarakat. Gaya hidup yang salah menjadi faktor utama hingga terjadinya aborsi dan pembuangan orok. Selain itu, lanjutnya lagi, karena apa yang mereka lakukan melanggar perilaku sosial, melakukannya juga di luar dari norma-norma agama.

“Kemampuan emosional, bertanggung jawab, dan kemampuan diri untuk penyelesaian masalah menjadi faktor utama untuk satu pasangan tidak melakukan hal seperti itu,” lanjutnya.

Dikatakan Rahmawaty, faktor keharmonisan keluarga juga tak bisa menjadi jaminan para remaja untuk tidak melakukan hal-hal seperti seks bebas. Semua itu tergantung dari pergaulan remaja tersebut.

“Semua itu kembali kepada mereka sendiri, walaupun mereka mengerti agama, berjilbab sekalipun, jika pergaulannya salah, iman mereka tidak kuat tidak menutup kemungkinan bisa terjerumus juga,” papar dosen Uniba tersebut.

Untuk saat ini, tandasnya, perilaku menyimpang seperti itu banyak dilakukan pelajar di kalangan SMP, SMA bahkan hingga mahasiswa, dari perilaku seks bebas, ketidaksiapan mental, minimnya tanggung jawab, dan untuk menutupi aib karena belum sanggup menerima kenyataan akhirnya melakukan aborsi dan membuang orok.

Kepada orang tua, psikolog murah senyum ini mengimbau agar dapat lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya. Lebih memantau kondisi dan tingkah laku anak saat berada di rumah maupun di luar. Kepada guru-guru agama di sekolah, diharapkan lebih memberikan pendalaman dan pemahaman tentang agama. “Selain itu pihak yang terkait harus lebih sering melakukan sosialisasi kesekolah-sekolah agar perilaku seks bebas dapat berkurang,” pungkas dia.(pri)

 
OTHER NEWS
Rabu, 23 Juli 2014 , 14:12:00

BMPS SIAP BEBER OKNUM PEJABAT

BALIKPAPAN—Oknum pejabat yang terlibat dalam kecurangan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dipastikan tidak akan bisa tidur nyenyak. Pasalnya, pihak Badan ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 14:12:00

Siswa Titipan Jadi Aib Pendidikan

BALIKPAPAN-Terkuaknya banyak siswa titipan yang dilakukan oknum wakil rakyat sebenarnya bukan lagi rahasia umum di masyarakat. Hampir setiap tahun, kecurangan ini terj ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 14:05:00

Ramadan, Eks Manggar Sari Nekat Buka

BALIKPAPAN-Di penghujung bulan suci Ramadan, eks lokalisasi Manggar Sari yang dinyatakan telah ditutup ternyata kembali beroperasi secara diam-diam. Masih bukanya temp ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 14:02:00

Penangkaran Buaya Diportal Warga

BALIKPAPAN-Pengelola penangkaran buaya di Teritip Balikpapan Timur kembali mengabaikan aspek keselamatan bagi warga sekitar. Bagaimana tidak, buaya yang ditangkarkan u ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 13:54:00

Buka Kelas Iqro, Berniat Kampanyekan UU PPA

Rb (33) harus menikmati hidupnya di balik jeruji besi setelah tersandung kasus membeli keperawanan seorang anak di bawah umur. Setelah bebas nanti, pengusaha muda ini ...

 
SUPER LIGA
Tambah Jam Terbang
TERNATE- Timnas U-19 akan menututp laga uji coba melawan tim Persiter Ternate U-21 di Stadion Gel ...
Other
 
Kaltim
Barang Bukti Narkoba Dimusnahkan
PENAJAM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan upacara memperin ...
Other
 
Metropolis
SEMRAWUT
BALIKPAPAN- Byarpet atau pemadaman listrik di Kota Balikpapan kerap terjadi. Hal ini tentunya ...
Other
 
Kecamatan
Jalan Km 1,5 “Direbonding”
BALIKPAPAN-Pengguna kendaraan bermotor tidak perlu lagi khawatir saat melintas di jalan keriting ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1