Jum'at, 11 Januari 2013 , 09:02:00


HINDARI OMBAK BESAR: Kendati mendapat lampu hijau untuk berlayar, kapal besar dengan konstruksi aman seperti ini lebih memilih menunggu cuaca kembali normal.

BALIKPAPAN-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir, ketinggian ombak utamanya di perairan laut Jawa kian mencekam. Atas dasar itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan memperpanjang peringatan penundaan keberangkatan kapal yang dianggap rawan jika melakukan pelayaran. "Tidak bisa dipastikan karena cuaca tidak bisa diprediksi.

Untuk amannya kami memilih penundaan diperpanjang hingga Minggu, 13 Januari,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Berlayar Kantor Syahbandar Balikpapan, Capt Agung menjawab Balikpapan Pos, tadi malam. Dia mengaku, sengaja memperbarui infomasi secara berkala setiap 12 jam sekali.

Posisi baru dianggap aman jika ketinggian ombak di bawah 3 meter. Sementara, kondisi ombak saat ini lebih dari 3 meter. "Soal aman atau tidak hanya awak kapal yang tahu. Mudah-mudahan cuaca bisa bersahabat dalam waktu dekat," seloroh pria kelahiran Jakarta ini. Selain kapal tangker 1.500 ton tujuan NTT dengan jadwal keberangkatan Selasa (8/1), hingga kini tidak ada kapal yang gagal berangkat.

Khususnya yang menempuh perjalanan jauh antar pulau yang notabene mengarungi laut lepas. "Karena tingkat kesadaran mereka tinggi makanya sampai saat ini tidak ada yang mengajukan keberangkatan," seru ayah empat anak ini. Namun, bukan berarti seluruh keberangkatan kapal ditutup. Jalur yang dianggap aman, tetap diarungi.

Bahkan tujuan Makassar sekalipun oleh kapal Roll on Roll off (RoRo) tetap terlayani menyusul adanya pengajuan keberangkatan dari perusahaan pelayaran dengan jenis armada kapal cepat seperti RoRo. "Tetap ada asal tetap di jalur yang disarankan karena dianggap aman," tegasnya.

Menyoal tinggkat kesadaran awak kapal maupun perusahaan, Balikpapan Pos memperoleh informasi, nanti malam satu unit kapal komersial dijadwalkan sandar di Pelabuhan Semayang usai menempuh perjalanan dari Surabaya. Kabarnya lagi, penyeberangan nekat dilakukan lantaran perusahaan enggan menanggung kerugian dalam waktu lama.

Perihal itu, Capt Agung menganggapnya sah. "Mungkin penyeberangan yang dilakukan menggunakan strategi seperti menyusuri jalur-jalur yang dianggap aman," paparnya bersemangat. Tapi, ujar dia memberi penilaian, aksi itu membutuhkan jarak tempuh yang lebih lama dari biasanya. Dia berharap, tak ada aksi nekat yang dilakukan semata demi keselamatan.

Di tempat terpisah, Pemimpin PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Balikpapan, Jamirin memastikan, kegiatan operasional akan berhenti lebih lama dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya menyusul kondisi cuaca yang kian memburuk. "Tadinya hari ini (Kemarin, Red) kami membuka pelayaran karena cuaca makin parah akhirnya kami putuskan sampai Minggu, 13 Januari,” jawabnya.

Tak main-main, perusahaan penyedia angkutan penumpang dan barang menggunakan kapal RoRo ini menutup dua rute sekaligus. Masing-masing tujuan Surabaya dan Makassar. "Karena kami tidak mau ambil risiko. Kalau soal rugi sudah pasti tapi kalau dipaksakan kerugian pasti makin besar," paparnya tenang.

Kendati tujuan Makassar disebut aman selama melintas di jalur yang ditetapkan, Jamirin dengan tegas tidak akan melayani rute tersebut saat kondisi seperti sekarang. "Semua demi keselamatan. Kalau situasi sudah aman pasti kami akan kembali," ujarnya menenangkan. Dharma Lautan Utama satu dari beberapa perusahaan moda transportasi laut yang memutuskan untuk menunda kegiatan berlayarnya.

Di belakangnya ada PT Prima Vista yang juga menempuh tindakan serupa. Seperti yang diwartakan sebelumnya, BMKG mengeluarkan sinyal bahaya bagi dunia pelayaran menyusul ombak besar dengan ketinggian mencapai 6 meter. Merujuk dari informasi tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan pun mengeluarkan peringatan penundaan keberangkatan.

Utamanya pelayaran menuju laut Jawa dan Masalembo. Jenis kapal yang mendapat peringatan akan bahaya gelombang besar diantaranya kapal RoRo, tugboat dan tongkang. Tak terkecuali kapal nelayan. Sedangkan kapal dengan kapasitas di atas 10.000 ton dan segi konstruksi dianggap aman, mendapat lampu hijau.

Sementara untuk pelayaran dengan rute Makassar, Pare Pare, Mamuju, Tarakan, Pontianak, Banjarmasin termasuk kota lain di Kaltim, relatif aman walau menggunakan kapal kecil. Itupun harus di jalur near coastal (dekat pesisir). Peringatan berlaku sejak Senin (7/1) lalu.(dra)

 
OTHER NEWS
Kamis, 24 April 2014 , 08:08:00

Sepinggan Raya Tercemar Limbah Berbahaya

BALIKPAPAN- Sejumlah warga mengeluhkan limbah bekas pelumas kendaraan yang dibuang di drainase kawasan Jl Pelita Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan. Limbah b ...

Kamis, 24 April 2014 , 08:07:00

Bentor Dilarang Beroperasi

BALIKPAPAN- Pihak Polres melarang adanya angkutan penumpang  becak motor  yang biasa disebut warga bentor, untuk beroperasi di Kota Minyak ini. Pasalnya, ben ...

Kamis, 24 April 2014 , 08:06:00

Konversi BBM ke BBG Belum Jelas

BALIKPAPAN – Kendati pembangunan 2 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Kota Minyak ini sudah rampung yakni di Jl Pattimura, Kelurahan Batu Ampar dan ...

Kamis, 24 April 2014 , 08:05:00

1 Parpol Belum Melapor Dana Kampanye Tahap Ketiga

BALIKPAPAN—Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 sudah dilaksanakan Rabu, 9 April lalu. Bahkan, 45 calon anggota legislatif (caleg) memperoleh suara terbanyak dan berpe ...

Kamis, 24 April 2014 , 08:04:00

Keluhan Buruknya Pelayanan Publik

SAMARINDA–Pelayanan publik yang buruk sering dikeluhkan masyarakat di Kaltim diantaranya pelayanan listrik dan perizinan. Menurut anggota Komisi IV DPRD Kaltim Z ...

 
SUPER LIGA
Misi Keluar Zona Merah
BALIKPAPAN– Bayang-bayang degradasi semakin menghantui Persiba Balikpapan. Hanya mengoleksi ...
Other
 
Kaltim
RPJMD Jadi Landasan Hukum, Minta Segera Disahkan
PENAJAM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ...
Other
 
Metropolis
Sepinggan Raya Tercemar Limbah Berbahaya
BALIKPAPAN- Sejumlah warga mengeluhkan limbah bekas pelumas kendaraan yang dibuang di drainase ka ...
Other
 
Kecamatan
Jalan Projakal Km 5 Rusak Parah
BALIKPAPAN-Kondisi jalan Projakal KM 5 Kelurahan Graha Indah semakin parah sehingga dikeluhkan wa ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1