Rabu, 02 Januari 2013 , 09:32:00


TARAKAN – Pemuda berinisial AR, 27 tahun, yang kesehariannya bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot), harus berurusan dengan tim patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan, karena tertangkap basah tengah berduaan dengan seorang wanita muda berinisal AIN (23) di atas angkotnya di tempat gelap, tepatnya di Jalan Pangeran Diponegoro, kawasan Gunung TVRI, Senin (31/12) malam, sekira pukul 11.00 Wita.

Pasang muda-mudi ini terpantau tim patroli Pol PP yang tengah menggelar patroli kota di malam pergantian tahun 2012 ke 2013. Mobil angkot berwarna biru muda yang tengah terparkir di tepi jalan Gunung TVRI milik AR pun menarik perhatian anggota Pol PP kala itu, mengingat tempat tersebut merupakan area yang sering dijadikan tempat mesum sejumlah pasangan pemuda. “Ketika dihampiri, ternyata di dalam mobil itu ada AR dan AIN tengah berduaan di bagian belakang mobil, dan terlihat oleh anggota, celana AIN sudah hampir terbuka,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Tarakan, Dison SH.

Keduanya pun digelandang oleh tim patroli ke Kantor Satpol PP di bilangan Jalan Halmahera Tarakan, bahkan aparat penegak perda yang tengah bertugas waktu itu sempat mendapatkan perlawanan dari AIN yang meronta menolak untuk diamankan. AIN sempat melawan dengan mengigit tangan dua orang personel Satpol PP hingga berbekas. Akan tetapi perlawanan itu sia-sia, lantaran tim patroli tetap memaksa untuk membawanya. “Anggota sempat digigit oleh si wanita yakni AIN, tapi AR tampak cukup kooperatif dan tidak melakukan perlawanan,” ujar Dison.

Awalnya, AR yang belakangan diketahui berdiam di Markoni, Kelurahan Pamusian itu mengaku kalau dirinya hanya mampir untuk duduk bersantai dengan kekasihnya AIN, dan berdalih bahwa mereka membuka celana karena hendak buang air kecil.

Akan tetapi, setelah diperiksa oleh penyidik Satpol PP, akhirnya AR dan AIN mengaku bahwa tindakannya itu terdorong oleh nafsu yang tak tertahan untuk melakukan perbuatan tidak senonoh, meski niatnya itu tertunda lantaran dipergoki oleh tim patroli. “Saya khilaf pak, saya mangaku salah, itu tadi karena nafsu pak. Namanya manusia yah tidak lepas dari kesalahan dan khilaf,” ujar AR saat dimintai keterangan di ruang Penindakan dan Penertiban (Tibdik) Satpol PP, Senin malam, sambil berkali-kali beristigfar.

Atas Pebuatannya, AR dan AIN yang diduga melanggar Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 21 Tahun 2000 tentang Larangan  Perbuatan Asusila, akan disidangkan pada hari ini (2/1) di Pengadilan Negeri Tarakan. Bukan hanya itu, AIN yang mengaku baru beberapa bulan tinggal di Tarakan itu, diketahui tidak mengantongi kartu identas diri atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) keluaran Kota Tarakan.

Dengan itu, AIN juga melanggar Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 2 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan. “Keduanya sudah kita buatkan surat panggilan untuk sidang, dengan jaminan KTP dan handphone mereka. Keduanya juga mengaku bersedia mengikuti persidangan,” sebut Dison.

Dison juga menambahkan bahwa pada malam pergantian tahun kemarin, tim patroli juga mengamankan sepasang palajar yang tengah berduaan di Embung Persemaian. Akan tetapi kedua pasang pelajar itu hanya diberikan pembinaan, lantaran mereka berduaan di tempat yang terang. “Mereka hanya kita berikan pengarahan saja, dan diminta menandatangani surat pernyataan. Setelah itu kita pulangkan,” tukasnya.(yan/ndy/kpnn)

 
OTHER NEWS
Sabtu, 19 April 2014 , 08:58:00

Maling Sepatu Nyaris Tewas Dikeroyok

BALIKPAPAN – Ini pelajaran berharga bagi para maling. Kalau tertangkap warga, pasti hancur. Itulah yang dirasakan Muslim (28), warga Jl Sepaku, Balikpapan Barat. ...

Sabtu, 19 April 2014 , 08:39:00

Bocah SD Diduga Diculik

BONTANG - Suasana haru terjadi di Mapolsek Bontang Utara, Jumat (18/4) kemarin sore. Gunawan, bocah yang kini berusia delapan tahun itu bertemu lagi dengan ayahnya, Am ...

Sabtu, 19 April 2014 , 08:38:00

Pemotong Jalan Harus Mengalah

BALIKPAPAN –  Motor milik Mustiba, masih terlihat berada di Mapolres Balikpapan. Hal ini berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Balikpapan Pos. meskipun h ...

Sabtu, 19 April 2014 , 08:37:00

Traktir Makan Maksimal Rp55 Ribu

SAMARINDA  - Pelaporan gratifikasi dari pejabat di Pemkot Samarinda masih kosong. Padahal, selain diwajibkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pelaporan gratifi ...

Sabtu, 19 April 2014 , 08:36:00

Mengunci Setang Tidak Menjamin Keamanan

BALIKPAPAN –  Masyarakat Kota Balikpapan kembali diingatkan, jika dengan mengunci setang motor, tidak membuat kita aman dari incaran pelaku pencurian. Hal i ...

 
SUPER LIGA
Pantang Terpeleset
LONDON - Empat laga terakhir di Premier League tak ubahnya laga final bagi Chelsea. Ketinggalan d ...
Other
 
Kaltim
Mencapai 234 Peserta
PENAJAM -  Minus satu hari sebelum berakhirnya pendaftaran Bintara Dalmas dan Polwan nampak ...
Other
 
Metropolis
Peresmian Terminal Baru Bandara Tak Jelas
BALIKPAPAN – Terminal baru bandara Sepinggan yang telah beroperasi 22 Maret lalu, namun sam ...
Other
 
Kecamatan
Masyarakat Antusias Buka Usaha
BALIKPAPAN – Sepertinya banyak masyarakat yang sudah bosan menjadi pekerja atau karyawan. L ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1