Kamis, 13 Desember 2012 , 11:02:00


BONTANG – Ini mungkin menjadi peringatan keras bagi para pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Taman. Pasalnya, jika terbukti melakukan poligami, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bakal memecat PNS yang terbukti melakukan poligami.

“PNS yang sudah menikah, lalu ketahuan berpoligami tanpa izin istri atau suami maka yang bersangkutan akan ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sanksinya, penurunan pangkat dan golongan hingga pemecatan,” sebut Siti Ngaisah, Kepala BKD Bontang, saat ditemui kemarin. 

Kendati demikian, Siti mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum ada menindak PNS yang melakukan poligami. Sebab, belum ada pengaduan dan keberatan yang masuk ke meja BKD.

“Kami menindak sesuai pengaduan. Jika ada masuk laporannya, otomatis kita tindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujarnya.

Siti menambahkan, sanksi yang diberikan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 2007 tentang perkawinan PNS.

Isinya, setiap PNS tidak boleh melakukan poligami tanpa izin istri atau suami. “Kecuali ada perceraian yang sah sesuai dengan undang-undang pernikahan yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang,” ujarnya.  Sementara itu, tidak hanya poligami saja yang bisa mengancam karir seorang PNS.

BKD juga akan memecat sejumlah PNS yang diketahui bertatus sebagai istri kedua. Kata dia, PNS yang berstatus istri kedua tidak bisa ditolerir, apalagi berdasarkan aturan sangat jelas ditekankan larangan tersebut. Larangan itu tertuang dalam PP No.10/1980 tentang disiplin PNS, serta PP No.45/1990 tentang larang jadi istri kedua.

Terlepas dari kasus poligami, Siti menjelaskan, saat ini sepanjang 2011-2012, sudah 7 PNS di lingkungan Pemkot Bontang harus dipecat secara tidak hormat. Keputusan itu diambil karena 7 PNS tersebut dianggap menyalahi peraturan yang berlaku, serta sumpah kepegawaiannya saat dilantik lalu. Dengan status dipecat secara tidak hormat itulah, 7 PNS tersebut tidak menerima tunjangan apapun dari pemerintah, kecuali sisa tunjangan pensiun (taspen).

Disebutkannya, sesuai data yang ada, 7 PNS tersebut 4 diantaranya karena terlibat penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba, kemudian 3 lainnya tidak disiplin, misalkan tidak masuk kantor hingga berbulan-bulan tanpa ada alasan atau pemberitahuan jelas kepada SKPD-nya.

"Data yang ada, tercatat 7 PNS yang diberhentikan secara tak hormat karena melanggar aturan yang berlaku. Tiga diantaranya karena tak disiplin serta empat orang diantaranya karena menjalani proses hukum karena narkoba. Mereka sudah diberhentikan dan tidak menerima tunjangan apapun kecuali tunjangan pensiun," sebut Siti Ngaisah.

Dijelaskan Siti Ngaisah keputusan pemecatan tersebut diambil guna perlancar pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 53 Tahun 2010, tentang disiplin PNS, perlu merubah pejabat yang diberikan wewenang untuk menjatuhkan hukuman disiplin yang telah ditetapkan.

Dan sesuai perubahan atas keputusan Wali Kota nomor 176 Tahun 2009, tentang pendelegasian wewenang penjatuhan hukuman disiplin PNS di lingkungan Pemkot Bontang.

Lebih jauh dikatakan Siti Ngaisah, dalam menjatuhkan atau memberikan sanksi, hukuman kepada PNS yang dianggap tidak disiplin, selama ini pemerintah lebih dulu pertimbangkan segala sesuatunya, sebelum menerapkan beberapa peraturan yang dimaksud. Dimulai dari teguran lisan, teguran tertulis hingga pernyataan tidak puas secara tertulis. Penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun hingga penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun.

"Ke depannya, aturan ini akan lebih diperketat lagi. Salah satunya bisa melalui absensi setiap PNS di lingkungan masing-masing SKPD. Kalau selama ini kita hanya menggunakan daftar absensi pegawai secara manual, maka nantinya akan menggunakan elektronik.

Sehingga semua absensis pegawai di setiap SKPD di Bontang dapat dipantau melalui BKD. Selama ini, diakui masih ada beberapa kepala SKPD yang sering terlambat masuk kantor, dan itu tentu menjadi catatan, perhatian kita sebelum mereka diberikan sanksi sesuai tingkat pelanggarannya," tegas Siti Ngaisah. (bob/kpnn)

 
OTHER NEWS
Rabu, 16 April 2014 , 08:11:00

Mayat Pemuda Ditemukan di Rawa

TENGGARONG- Senin (14/4) sore, warga di Kilometer (Km) 27 Desa Bakungan Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), mendadak geger. Pasalnya saat itu seorang warga ...

Rabu, 16 April 2014 , 08:10:00

Tersangka Diperkirakan Bertambah

BALIKPAPAN-Tindakan outopsi yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) terhadap jenazah Muhammad Herman (41) yang tewas akibat dianiaya oleh sej ...

Rabu, 16 April 2014 , 08:08:00

Polsek Utara Bubarkan Belasan Remaja

BALIKPAPAN-Tak hanya Polres Balikpapan yang mendapatkan laporan perkelahian remaja pada Sabtu (12/4) malam lalu di kawasan belakang Pasar Baru, Klandasan Ilir. Laporan ...

Selasa, 15 April 2014 , 09:19:00

Waspada! Jambret Keliaran

BALIKPAPAN–Tingginya angka kriminalitas di Kota Balikpapan, menjadi perhatian khusus bagi aparat kepolisian. Sekarang ini yang lagi ramai kasus penjambretan. Kau ...

Selasa, 15 April 2014 , 09:18:00

Kasasi Ditolak, Mantan Anggota Dewan Sidang Ulang

BONTANG- Upaya kasasi yang dilakukan empat bekas anggota DPRD Bontang yang terjerat korupsi berjemaah gagal. Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) telah menolak permohonan kas ...

 
SUPER LIGA
Agresif di Kandang
BALIKPAPAN- Pelatih kepala tim Persiba Balikpapan, Jaya Hartono terpaksa mengubah strategi timnya ...
Other
 
Kaltim
UN Paket C Diikuti 179 Peserta
PENAJAM– Pelaksanaan Ujian Nasional yang diselenggarakan tanggal 14-16 april 2014 tidak han ...
Other
 
Metropolis
TELITI DAN CAPEK
BALIKPAPAN- Penghitungan surat suara dalam rapat pleno di Dapil Balikpapan Selatan (Balsel) dihit ...
Other
 
Kecamatan
Bank Sampah Karang Rejo Dapat Motor
BALIKPAPAN – Program bank sampah yang tengah berjalan di wilayah Kelurahan Karang Rejo, men ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1