Senin, 10 Desember 2012 , 10:20:00


USUT KORUPSI – Pejabat KPK AN (baju hitam) didampingi seorang wanita berjilbab menggunakan mobil sewaan meninjau lahan pembangunan RSUD Balikpapan dikawasan Gunung Malang, belum lama ini

BALIKPAPAN  -  Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan di  Jl Gunung Malang  RT 01 Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU), Balikpapan Tengah, mulai menebarkan aroma tak sedap. Proyek yang menelan dana Rp78,8 miliar tersebut, diduga sarat dengan kejahatan korupsi.  Bahkan diam-diam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang ke lokasi pembangunan guna  mengusut adanya dugaan korupsi pada pelaksanaan pembangunan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan.

Seorang penyidik KPK datang , Kamis (14/11) lalu sekira pukul 13.00 Wita didampingi seorang wanita berjilbab dengan menggunakan mobil Avanza sewaan melakukan peninjauan proyek ini tanpa diketahui seorang pejabat pun di lingkungan Pemerintah kota Balikpapan. Diam-diam pejabat KPK yang diketahui berinisial AN ini bertanya-tanya kepada warga sekitar dan petugas keamanan yang menjaga proyek tersebut. Informasi yang diperoleh Balikpapan Pos, yang dibidik  KPK bukan penyalahgunaan dana proyek  senilai Rp 78,8 milyar  tetapi masalah penyelewangan dana pembebasan lahan yang diduga sengaja dimanipulasi datanya sehingga uang pembebasan lahan tidak sesuai dengan yang disepakati masyarakat.

“Kami dapat informasi biaya pembebasan lahan ini tidak sesuai dengan kesepakatan dengan warga sekitar dan pemilik lahan tapi kok sudah ada kegiatan pembangunan,”ujar AN ketika berbincang-bincang dengan warga sekitar lokasi pembangunan RSUD Balikpapan Gunung Malang ini.

Diduga telah terjadi pemalsuan data dan tandatangan warga sekitar  agar dana pembebasan lahan ini bisa dicairkan untuk kepentingan oknum tertentu.

“Ini masih dugaan sich tapi kalau memang informasi ini benar maka kami akan panggil pejabat tersebut untuk dimintai keterangan,”terang AN tanpa menyebutkan oknum pejabat yang diduga terlibat.  Ketika ditanya Balikpapan Pos hasil  sementara pengusutan yang telah dilakukan? AN menolak untuk menjelaskan dan memilih bungkam. “Nanti aja karena masih dalam tahap penyelidikan yang penting kami sudah punya data awal. Yah bisa saja penyelewengan dana proyek atau penyelewengan dana pembebasan lahan. Yang pasti kalau sudah ada tersangka pasti kami sampaikan kepada anda (wartawan,red),”ujar AN sembari menuju mobil sewaan kemudian meninggalkan lokasi proyek RSUD ini.

Sementara itu, juru Bicara warga RT 01 Gunung Sari Ulu Feriadi Hassan mengatakan, lahan pembangunan RSUD Balikpapan ini merupakan milik tunggal Andi Malik Tajudin yang diperkuat dengan Surat Hak Milik (SHM) kemudian dipinjampakaikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan. Dari hasil taksasi muncul 21 warga  yang berhak menerima  ganti rugi rumah dan tanaman pada lahan pembangunan RSUD ini. Ada  4 warga  yang telah mengantongi  sertifikat  sedangkan lainya hanya sebatas pinjam pakai lahan.

“Hasil taksasi yang disodorkan pemerintah kota sesuai harga NJOP (Nilai Jual Objek Pajak,red) kami belum setuju karena ada beberapa bangunan yang nilainya tidak sesuai dengan harga NJOP itu,”aku Feriadi.

Sementara itu, Kasubag Perlengkapan Pemkot Balikpapan Heru Ressandy Setya Kusumah yang dihubungi Balikpapan Pos lewat ponsel mengakui bahwa sebagian warga yang ditaksasi bangunannya telah dibayar oleh Pemkot berdasarkan harga NJOP.”Sebagian kami (pemkot,red) sudah bayar sesuai harga NJOP tetapi jumlahnya saya lupa,”ujar Heru. Sedangkan untuk lahan yang dibangun RSUD ini kata Heru merupakan lahan pemkot jadi tidak ada ganti rugi.

“Untuk lahan rumah sakit merupakan aset pemkot tapi untuk detailnya silahkan Tanya pada camat dan lurah,”pungkas Heru sembari menutup Ponselnya.

WARGA MENGELUH SERING BANJIR

Selain diduga ada penyelewengan dana pembebasan lahan warga juga mengeluhkan pembangunan RSUD tersebut karena warga sekitar sering kebanjiran apabila terjadi hujan deras.”Rumah warga yang berada disekitar proyek sering kebanjiran khususnya yang berada didataran. Padahal sebelum ada proyek itu rumah warga jarang kebanjiran,”kata Ketua RT 01 GSU M Taki.

Warga meminta pemerintah kota untuk meninjau ulang Izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan proyek itu sehingga tidak menyebabkan banjir. “Warga saya ada yang mengeluh karena sejak ada proyek rumah sakit ini, rumah mereka mulai kebanjiran,”terang Taki. (vie)

 
OTHER NEWS
Rabu, 23 April 2014 , 09:07:00

Lima Ludes, Tiga Rusak Berat

BALIKPAPAN- Kawasan Jalan Panorama, Selasa (22/4) siang sekira pukul 10.30 Wita mendadak gaduh. Pemicunya kobaran api yang muncul dari salah satu rumah warga di RT 23 ...

Rabu, 23 April 2014 , 09:07:00

Pejabat Tim Sembilan Terancam

PENAJAM-Kasus dugaan korupsi pembebasan lahan yang menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011 sebesar Rp6,7 miliar terus menggelinding. Kejakasa ...

Rabu, 23 April 2014 , 09:05:00

Tinggal Menunggu Sidang di PTUN

BALIKPAPAN-Benar tidaknya salah seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, Supriadi aktif di partai politik dipastikan bakal terbukti. Tak hanya lembag ...

Rabu, 23 April 2014 , 09:05:00

Timsel Lepas Tangan, “Tunjuk” KPU Provinsi

BALIKPAPAN - Keraguan banyak pihak, terutama para peserta seleksi komisioner KPU Balikpapan yang menyebut tim seleksi (timsel) tidak bekerja independen dan kredibel se ...

Selasa, 22 April 2014 , 08:52:00

Giliran Kepala Bappeda Ditahan

PENAJAM-Kejaksaan tidak berhenti “mengincar”sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU). Setelah menangkap Asisten ...

 
SUPER LIGA
Usung Formasi Menang
BALIKPAPAN- Menjamu Persela Lamongan dalam laga lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2 ...
Other
 
Kaltim
Di PPU Golkar Masih Memimpin
PENAJAM­- Perolehan suara partai peserta pemilihan umum untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ...
Other
 
Metropolis
KAYA ENERGI
BALIKPAPAN- Kilang milik PT Pertamina RU V sebagai tempat menyimpan minyak mentah untuk diolah gu ...
Other
 
Kecamatan
Semenisasi Diduga di Bawah Standar
BALIKPAPAN–Salah satu tanda pesatnya pembangunan suatu wilayah, ialah keberadaan  fasi ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1