Sabtu, 08 Desember 2012 , 06:35:00


DALAM pelaksanaan kegiatan pembelajaran matematika untuk siswa SD,  diperlukan strategi tepat agar proses pembelajaran menjadi menyenangkan, tidak menjadi beban bagi siswa, dan tentunya materi yang diajarkan dapat difahami oleh mereka.

Dengan pengertian di atas bahwa pembelajaran dapat diartikan sebagai, suatu kegiatan yang mermberikan fasilitas belajar yang baik sehingga terjadi proses belajar (Harmini,2005:3). Sehingga strategi pembelajaran merupakan kegiatan yang dipilih oleh guru dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan fasilitas belajar sehingga memperlancar tujuan belajar matematika (Hudoyo dalam Harmini, 2004:9). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan kegiatan yang dipilih guru dalam suatu proses pembelajaran yang meliputi: 

1.       Kemana proses pembelajaran matematika?  

  1. Apa yang menjadi isi dari proses pembelajaran matematika? 
  2. Bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran matematika? 
  3. Sejauh mana proses pembelajaran matematika tersebut berhasil? 

Keempat aspek tersebut membentuk terjadinya proses pembelajaran. Adanya interaksi siswa dengan guru dibangun atas dasar keempat unsur di atas. Pengetahuan tentang matematika mencakup pengetahuan konseptual dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan konseptual mengacu pada pemahaman konsep, sedangkan pengetahuan prosedural mengacu pada keterampilan melakukan sesuatu prosedur pengajaran. 

Dua hal penting yang merupakan, bagian dari tujuan pembelajaran matematika adalah pembentukan sifat dengan berpikir kritis dan kreatif (Karso, 2005:2-17) untuk mengembangkan dua hal tersebut haruslah dapat mengembangkan imajinasi anak dan rasa ingin tahu. Dua hal tersebut harus dikembangkan dan ditumbuhkan, siswa diberi kesempatan berpendapat, bertanya, sehingga proses pembelajaran matematika lebih bermakna. 

Dalam pembelajaran ini guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi, pendekatan, metode, dan teknik yang melibatkan keaktifan siswa, baik secara mental maupun fisiknya. Disamping itu optimalisasi interaksi dan optimalisasi seluruh indera siswa harus terlibat. 

Pada penekanan pembelajaran matematika yang mengandalkan proses hafalan, yaitu anak mampu menghafal perkalian dari yang mudah, hingga yang tersulit. Dalam hal ini dilakukan proses hafalan mulai perkalian 1x1, 2x 1, hingga 3 x 1, hingga hafalan 10 x 1, dan meningkat secara berkala 1 x 2, 2 x 2, 3 x 2 dan seterusnya. Proses menghafal ini harus ditekankan pada keterampilan berfikir siswa, serta mampu mengingat siswa setiap tingkat perkalian yang harus mereka hafalkan .

Misalnya untuk perkalian satu, setiap hasil perkalian ditambahkan satu angka, sehingga semisal perkalian 1 x 1 = 1, sedangkan 1 x 2 = 2, berarti hasilnya ditambah satu angka hingga perkalian 10. Sedangkan untuk perkalian dua, bahwa setiap hasil akhir perkalian 2 ditambah angka dua, semisal 1 x 2 = 2, 2 x 2 = 4, 2 x 3 = 6 dan seterusnya. Sehingga anak dapat menghafal setiap perkalian untuk tiap tingkatan.

Guru harus mampu menanamkan konsep matematika di sekolah dasar dengan metode hafalan ini secara  konkret. Selain itu dalam belajar matematika, siswa memerlukan suatu dorongan (motivasi) yang tinggi. Kurangnya dorongan seringkali menimbulkan siswa mengalami patah semangat.

Dengan demikian guru haruslah pandai-pandai dalam memilih metode, strategi dan media yang diperlukan, salah satu untuk meningkatkan motivasi adalah dengan menggunakan alat peraga atau sumber belajar lingkungan khususnya benda-benda konkret sekitar siswa. 

Di samping itu pembelajaran matematika adalah berjenjang atau bertahap, dalam pembelajaran dimulai dari konsep yang sederhana menuju ke konsep yang lebih sukar. Pembelajaran matematika harus di mulai dari yang konkret, ke semi konkret, dan berakhir pada yang abstrak.(Karso, 2005:2-16)

Proses menghafal kepada siswa, juga harus ditekankan kepada contoh-contoh, dalam gambar peraga perkalian, ataupun gambar peraga untuk setiap tingkat perkalian.

Semisal kita menggunakan perkalian 1, 2 ataupun 3 dalam satu gambar, sehingga jika anak kembali diminta mengingat perkalian 1, 2 hingga 3, mereka dapat secara urut mengingat hasil perkalian yang ada secara teratur.

Memang mengingat perkalian merupakan bagian tersulit dari pembelajaran matematika bagi siswa SD, terutama kelas 2. Untuk itulah diperlukan bimbingan dan pembelajaran kepada para siswa, agar mereka secara bertahap diajari proses hafalan, mulai yang paling mudah, mudah, sedang, hingga sulit.

Sehingga sesuatu yang mudah menurut logika berpikir kita sebagai orang dewasa belum tentu dianggap mudah oleh logika berpikir anak, malahan mungkin anak mengganggap itu adalah sesuatu yang sulit untuk dimengerti, hal ini sesuai dengan pendapat Jean Piaget dkk (dalam Karso, 2005:1-6) dinyatakan bahwa anak tidak bertindak dan berpikir sama seperti orang dewasa. Hal ini tugas guru sebagai penolong anak untuk membentuk, mengembangkan kemampuan intelektualnya yang maksimal sangat diperlukan. 

Usia SD pada umumnya pada tahap berpikir operasional konkret, siswa dalam tahapan ini memahami hukum kekekalan, tetapi ia belum bisa berpikir secara deduktif, sehingga dalil-dalil matematika belum dimengerti. Hal ini mengakibatkan bila mengajarkan bahasan harus diberikan bagi siswa yang sudah siap intelektualnya.(**han)

 
    Pengajaran Perkalian dengan Menggunakan Metode Hafalan Bagi Siswa Kelas 2 SD - Balikpapan Pos Online
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
OTHER NEWS
Rabu, 03 September 2014 , 08:41:00

Tegas, SMPN 4 Larang Penggunaan HP

BALIKPAPAN - Puluhan handphone (HP) berbagai jenis terjaring dalam razia dadakan oleh guru-guru yang mendatangi setiap kelas di SMPN 4. Penyitaan ini dilakukan sec ...

Rabu, 03 September 2014 , 08:40:00

Ospek UIN Sunan Ampel Menuai Kontroversi

JAKARTA - Orientasi pengenalan kampus (ospek) biasanya bertujuan memperkenalkan kehidupan kuliah dan lingkungan kampus. Karena itu, kegiatan ospek umumnya mengusung te ...

Rabu, 03 September 2014 , 08:39:00

Pemerintah Dorong Peningkatan Kualitas Guru

JAKARTA - Disparitas antarsekolah masih terjadi terutama antara Pulau Jawa dengan daerah-daerah di kawasan Timur Indonesia. Makanya, pemerintah harus melakukan pemerat ...

Rabu, 03 September 2014 , 08:39:00

Pelatihan Guru Masih Teoritis

SUBANG - Kurikulum 2013 yang diberlakukan secara menyeluruh se-Indonesia di tahun ajaran 2014/2015 ini harus diimplementasikan dengan baik oleh semua sekolah dari ting ...

Rabu, 03 September 2014 , 07:22:00

Bekerja Terlalu Keras

SEMAKIN  berkembangnya zaman, turut mempengaruhi pola kehidupan manusia. Terutama pasca istilah emansipasi wanita. Kini, wanita tak sekadar mengurusi diri dan kel ...

 
SUPER LIGA
Bukan Pembalasan Dendam
DUSSELDORF -  Kurang dari dua bulan setelah kemenangan di grand final Piala Dunia, Jerman ak ...
Other
 
Kaltim
Humas Pemkab Berkunjung ke Redaksi Balpos
PENAJAM - Hari Jadi ke-13 Surat Kabar Harian (SKH) Balikpapan Pos yang diperingati setiap tahun 1 ...
Other
 
Metropolis
JALAN ALTERNATIF
Pemkot akhirnya memperbaiki  jalan Beler  yang terletak di antara Kecamatan Balikpapan ...
Other
 
Kecamatan
Rumah Luki Minta Dikosongkan
BALIKPAPAN  - Lurah Gunung Sari Ilir (GSI), Suparli, mengkwatirkan kondisi rumah longsor mil ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1