Rabu, 21 November 2012 , 10:55:00


BALIKPAPAN-Kenakalan remaja terutama mereka yang masih berusia pelajar menimbulkan keprihatinan pihak Dewan Pendidikan Kota (DPK) Balikpapan. Pada Senin (19/11) malam, aparat gabungan di wilayah Kecamatan Balikpapan Tengah berhasil menjaring 6 anak baru gede (ABG). Tiga di antaranya didapati berada di dalam satu kamar di sebuah rumah pondokan.

Yang bikin geleng-geleng kepala, saat dirazia mereka tengah berpelukan dan di lemari kamar aparat menemukan celana dalam si cowok. Saat diperiksa petugas, diketahui jika ABG yang bermesraan itu masih berstatus pelajar. Ia dididik di sekolah yang punya konsep pendidikan agama di wilayah Karang Anyar, Balikpapan Barat. Bentuk kenakalan remaja lainnya di Kota Beriman, makin banyak ditemukan ABG yang ngelem bahkan ada yang sampai melakukan tindakan asusila.

Ketua DPK Balikpapan, Subiyanto ST MPd menegaskan, perlu segera diimplementasikan program pendidikan berkarakter bangsa sebagai langkah preventif atas maraknya kenakalan remaja. Langkah kedua, orangtua harus memberikan perhatian kepada anaknya dan menjalin komunikasi dua arah dengan pihak sekolah. “Perlu diubah mindset masyarakat, pendidikan jangan cuma dibebankan ke sekolah.

Justru orangtua harus intens melakukan pengawasan,” tandas Subiyanto. Mantan ketua Persatuan Guru Swasta Balikpapan (PGSB) ini melanjutkan, lemahnya pengawasan orangtua sudah menjadi ciri khas kota-kota besar termasuk Balikpapan. Orangtua disibukkan dengan pekerjaan untuk mencari uang, sehingga perhatian kepada anak menjadi berkurang.

Akibatnya anak mencari perhatian dari orangtua dengan melakukan berbagai cara baik yang positif maupun negatif termasuk ngelem dan bergaul dengan lawan jenis di luar batas susila. Bagaimana dengan keterlibatan TNI dan kepolisian dalam penerapan pendidikan berkarakter bangsa? Ditanya begitu, Subiyanto mengatakan hal tersebut sangat positif. Untuk diketahui, pihak kepolisian telah menugaskan personelnya untuk menjadi perwira upacara di sekolah-sekolah.

Di hadapan pelajar itulah, pendidikan berkarakter bangsa disosialsiasikan. Beberapa waktu lalu, saat Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, S.IP., M.Si berkunjung ke Gedung Biru disampaikan pula keinginan Kodam untuk ikut menyosialisasikan pendidikan berkarakter bangsa. “Kami akan perintahkan personel ke sekolah-sekolah memimpin upacara dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Karena sekarang ini semangat, nilai juang dan nasionalisme sudah luntur,” kata pangdam. Menurut Subiyanto, langkah tersebut merupakan upaya preventif yang sangat efektif untuk menekan kenakalan remaja. Pihaknya juga tidak menyoal jika polisi maupun TNI bertindak kuratif misalkan dengan memberikan pendidikan ala militer bagi kalangan remaja yang terjaring razia.

“Dididik supaya disiplin dan mereka sadar bahwa perbuatan ABG yang ngelem, bermesraan itu akan merugikan masa depan mereka sendiri. Saya dukung jika polisi dan TNI berinovasi seperti itu,” ujar Subiyanto. Langkah preventif lainnya, menurut dia, tak ada salahnya jika Balikpapan meniru daerah lain seperti Jogjakarta yang berani menerapkan SK wali kota jam belajar di malam hari dibawah pengawasan orangtua.

“Cara-cara seperti itu (SK jam belajar, Red) efektif kok meningkatkan mutu pendidikan siswa dan mencegah tindakan menyimpang remaja. Di Balikpapan kalau mau diberlakukan silakan saja,” pungkas dia. Kemarin diberitakan, untuk menciptakan ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Balikpapan Tengah, Senin (19/11) Kecamatan Balikpapan Tengah kembali menggelar razia rutin.

Kasi Trantib dan Lingkungan Hidup Khairudin yang turut mendampingi Sekcam Balteng Budi Mulyatno menegaskan, razia terbagi dua kelompok, A dan B. Untuk regu A meliputi wilayah Kelurahan Karang Rejo dan regu B wilayah Gunung Sari Ilir (GSI), Gunung Sari Ulu (GSU) dan Sumber Rejo.

Saat rombongan regu A yang terdiri dari Sekcam Balteng Budi Mulyatno, Kasi Trantib dan LH Kecamatan Balteng Khairudin, Panit Binmas Polsek Utara Ipda Suparno, Lurah Mekar Sari Unggul Wijaya, Babinsa Serda Sulis Hadi, Lurah Karang Rejo Ernu Ogan dan beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyusuri salah satu rumah pondokan di RT 29.

Di dalam rumah tersebut petugas mendapati dua pasangan wanita Elita (15) dan Iyel (15) keduanya pelajar serta seorang laki-laki yang putus sekolah Bima (17). “Saat beberapa petugas kami masuk sempat mendapati ketiganya berada dalam satu kamar, sedangkan saat itu Iyel dan Bima tengah asyik bermesraan di dalam kamar pondokan tersebut,” beber beberapa petugas razia.

Saat melihat kedatangan petugas, Iyel dan Bima sontak kaget dan langsung melepas pelukan mesranya dari pandangan petugas razia. “Saat itu juga kami tanyai identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak ada, dua wanita tersebut mengaku masih pelajar di salah satu SMA di Balikpapan,” ungkap Panit Binmas Polsek Utara Ipda Suparno. Bahkan saat ditanyai identitas kartu pelajarnya juga tidak punya, hingga membuat petugas terpaksa membawanya untuk diinterogasi di kantor kecamatan.(yud)

 
OTHER NEWS
Selasa, 02 September 2014 , 11:19:00

Gagal Transaksi, Pengedar Diringkus

BALIKPAPAN- Peredaran narkoba jenis sabu tiada hentinya di Kota Beriman, meski sudah banyak pengedar dan pengguna ditangkap polisi. Seorang pengedar sabu, diringkus ja ...

Selasa, 02 September 2014 , 11:15:00

Keterbukaan Informasi dan Kritik Jangan Kebablasan

BANYAK harapan yang disampaikan Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi SE kepada Balikpapan Pos yang Senin (1/9) kemarin ulang tahun ke-13. Di antaranya meminta awak me ...

Selasa, 02 September 2014 , 11:14:00

1,6 Kg Sabu Dimusnahkan

BALIKPAPAN-Sat Resnarkoba Polres Balikpapan, Senin (1/9) sekira pukul 10.00 Wita, melakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan dari tiga te ...

Selasa, 02 September 2014 , 11:13:00

Korsleting Listrik, Serobong Nyaris Membara

BALIKPAPAN-Raungan  sirine blanwir membuat suasana tegang kota Balikpapan yang kemarin panas menyengat. Satu mobil pemadam kebakaran diiringi satu  mobil pik ...

Senin, 01 September 2014 , 12:59:00

Warga Penajam Curi Kotak Amal

BALIKPAPAN-Datang ke Kota Beriman menjadi penjahat maling kotak amal di masjid. Itulah yang dilakukan dua warga Penajam, Dony (20) dan Oky alias Pakki (20). Kedua pemu ...

 
SUPER LIGA
Drama Lolos Degradasi
SAMARINDA– Putra Samarinda (Pusam) masih akan tercantum sebagai kontestan Indonesia Super L ...
Other
 
Kaltim
Bupati Rencana Bangun TPI
PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah yan ...
Other
 
Metropolis
Tanpa Izin, Lima Pohon DKPP Ditebang
BALIKPAPAN - Masyarakat tampak bertanya-tanya ketika melintas kawasan Gunung Bakaran, Kelurahan S ...
Other
 
Kecamatan
Kecamatan Kendalikan Fungsi Trotoar
BALIKPAPAN-Setelah beberapa hari yang lalu menggelar razia gabungan di tempat kos-kosan di wilaya ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1