Sabtu, 27 Oktober 2012 , 12:07:00


SAPI NGAMUK! : Di RT 30 Damai, sapi qurban mengamuk hendak dipotong. hewan itu lari ke perumahan warga dan membuat kelabakan panitia karena saat ditarik, sapinya terus melawan.

BALIKPAPAN-Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di RT 29 Damai Balikpapan Selatan berlangsung unik. Panitia pelaksana Kurban mendapatkan tiga kali cobaan, pertama sapi yang sudah disembelih kemudian hidup lagi dan lari. Kejadian kedua, panitia jari manis tangan kanan yang terjepit tanduk sapi hingga akhirnya putus setelah diamputasi.

Cobaan ketiga, sapi yang lepas saat hendak disembelih, mengamuk dan menyeruduk kaca jendela rumah warga sampai pecah. Pelaksanaan kurban di RT 29 Damai berlangsung di pelataran masjid Al-Islah yang terbuat dari semen. Ada 9 sapi yang dikurbankan. Saat pemotongan sapi ketiga, berjalan lancar. Menggunakan tali, sapi dirobohkan, lantas disembelih menggunakan parang yang telah diasah hingga tajam.

Dalam sekejap, leher sapi itu diiris, darah segar mengalir deras disusul erangan sapi. Setelah disembelih, tubuh sapi itu digotong ke pinggir oleh sekelompok pemuda yang tergabung dalam panitia kurban. Warga sekitar termasuk anak-anak mendekat ke arah sapi yang telah dipotong namun tubuhnya masih bergerak-gerak sampai akhirnya benar-benar diam.

Tak disangka, tiba-tiba sapi yang lehernya telah dipotong dan siap untuk dikuliti itu berdiri, dan berlari ke arah kerumunan massa. “Awas sapinya hidup lagi. Awas,” jerit seorang warga yang mengajak warga untuk menjauh. Anak-anak dan orang dewasa yang melihat sapi itu dari dekat berhamburan, lari tunggang langgang menjahi lokasi pemotongan. Sapi itu lari, sementara dari lehernya darah masih mengucur.

Hanya beberapa meter lari, sapi itu pun kelelahan hingga akhirnya roboh dan mati. Pemotongan hewan kurban dilanjutkan. Pada pemotongan sapi keempat, insiden kembali terjadi. Sapi yang telah berhasil dirobohkan mengamuk, disusul jerit kesakitan dari seorang panitia kurban. “Jari ku, aduh kejepit,” jeritnya. Ternyata jari manis tangan kanannya berada di antara tanduk dan balok pengganjal kepala sapi sehingga terjepit.

Sapi itu tak mau diam, tanduknya terus bergerak-gerak. Kulit jari panitia malang itu terkoyak dan mengucurkan darah segar. Tulang jarinya bahkan sampai terlihat jelas. Setelah dibawa ke rumah sakit, panitia itu harus rela kehilangan jari manisnya karena dokter memutuskan untuk mengamputasi. Cobaan tak hanya sampai di situ.

Pada pemotongan sapi kesembilan atau yang terakhir, panitia kurban RT 29 Damai direpotkan dengan putusnya tali pengikat leher. “Talinya memang sudah tua sih mas,” aku salah seorang Panitia Kurban Masjid Al-Isah RT 29 Damai, Nur Hasan. Setelah tali putus, sapi itu pun mengamuk dan berlari sampai ke jalan. Beruntung saat itu, arus lalu lintas tengah sepi karena pemotongan hewan kurban dilakukan usai Salat Jumat, sekira pukul 13.00 Wita.

Dua orang panitia kurban berlari mengambil tali panjang, mencoba mengingatkan tali itu ke leher sapi yang masih mengamuk. Walaupun berhasil diikat, sapi itu tetap mengamuk, menyeberang jalan berlari ke RT 30 Damai yang jaraknya sekira 50 meter dari RT 29 Damai. Di situ sapi menyeruduk kaca jendela rumah warga hingga pecah berantakan. Selama 1 jam sapi itu terus berontak, sampai akhirnya mulai kehabisan tenaga.

Panitia kurban mengambil rumput dan dedaunan, memberinya makan sehingga kondisi sapi mulai tenang. Begitu melihat kondisi sudah agak tenang, sapi itu ditarik hendak diarahkan kembali ke pelataran masjid Al-Islah. Ternyata sapi itu mengamuk lagi. Panitia akhirnya memutuskan sapi di sembelih di tanah lapang di RT 30 Damai. “Padahal waktu pemotongan dia tidak melihat sapi lainnya, kami pasang kain pembatas antara kandang dengan tempat penyembelihan,” terang Nur Hasan.

Dari pantauan Balikpapan Pos, kemungkinan hewan dalam kondisi stres. Walaupun tertutup, namun suara erangan sapi yang dipotong terdengar jelas, apalagi sapi yang mengamuk itu merupakan sapi yang kesembilan untuk dipotong. Bisa jadi erangan sapi itulah yang membuat stres hingga akhirnya mengamuk sampai tali pengikat putus. ”Sudah hampir satu jam kami menenangkan sapi ini. Sebenarnya kami mau bawa kembali ke masjid Al-Islah. Tapi situasi tidak memungkinkan, karena sapinya terus berontak.

Kami tidak mungkin menggiringnya lagi hingga ke seberang jalan. Makanya kami sepakat menyembelihnya di lapangan kosong saja di RT 30 ini,” kata Hasan. Dia menandaskan, panitia kurban bersedia bertanggung jawab atas kerusakan yang diakibatkan oleh sapi mengamuk tersebut. Hasan memastikan, pihaknya akan mengganti kaca jendela rumah warga yang pecah tersebut.(bp-12)

 
OTHER NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2014 , 11:12:00

Orang Mabuk Tabrak Mobil Parkir

BALIKPAPAN-Orang mabuk minuman keras (miras) sering bikin masalah dan membuat susah orang lain.  Seperti yang terjadi di Km 13 Jl Soekarno Hatta, Balikpapan Utara ...

Sabtu, 30 Agustus 2014 , 11:09:00

Sering Mengisap Lem Jadi Gila

BALIKPAPAN- Satpol PP Balikpapan tidak berhasil mengorek identitas dan keluarga orang gila (orgil) berusia sekitar 20 tahun yang berbuat cabul, memegang kemaluan cewek ...

Sabtu, 30 Agustus 2014 , 11:06:00

Bus Rombongan DBL Celaka karena Disalip Motor

BALIKPAPAN-Satlantas Polres Balikpapan menyelidiki kecelakaan bus PO Sapulidi yang membawa pelajar SMAN 5 rombongan suporter kompetisi bola basket paling bergengsi, Ho ...

Sabtu, 30 Agustus 2014 , 11:05:00

Gudang Bekas Penyimpanan Udang Terbakar

BALIKPAPAN-Bencana kebakaran kembali terjadi di Kota Balikpapan. Kali ini gudang bekas penyimpanan dan tempat membersihkan kepala udang di Km 19 lingkungan RT 39 Kelur ...

Jum\'at, 29 Agustus 2014 , 08:35:00

Bus Suporter DBL Tabrak Rumah

BALIKPAPAN -Sebanyak 11 bus yang mengangkut pelajar SMAN 1 Balikpapan dan SMAN 5 Balikpapan, Kamis (28/8) kemarin berangkat ke Samarinda. Mereka rombongan suporter yan ...

 
SUPER LIGA
Tuntaskan Sekarang!
BALIKPAPAN- Menang! Pilihan yang harus bisa dituntaskan tim Persiba Balikpapan jika ingin mengunc ...
Other
 
Kaltim
DKPP Launching Bank Sampah
PENAJAM-Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mela ...
Other
 
Metropolis
PARKIRAN SEMPIT
BALIKPAPAN- Kendaraan milik anggota DPRD ini terpaksa harus diparkir di bahu jalan, akibat tempat ...
Other
 
Kecamatan
Pemkot Kurang Maksimal Memelihara Fasum
BALIKPAPAN-Sejumlah warga mengeluhkan jam dinding yang berada di tugu simpangan Gunung Sari menuj ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1