Rabu, 24 Oktober 2012 , 11:59:00


DIGUNTING: Putu Wisnawar, orangtua murid SDN 020 Balikpapan Barat memperlihatkan isi LKS Penjaskes yang dianggap vulgar. Lembaran inilah yang digunting oleh Disdik. (FOTO : DOK/BALIKPAPAN POS)

BALIKPAPAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan sudah melakukan penelusuran terhadap buku dan lembar kerja siswa (LKS) yang dianggap vulgar dan berbau pornografi pada mata pelajaran pendidikan jasmani kesehatan olahraga (penjaskes).

Dari hasil pengecekan ke sekolah, Disdik mengakui buku dan LKS tersebut memang menyentuh pembahasan seks. Untuk menghindari kelanjutan polemik soal ini, terutama dari sisi orangtua murid, Disdik langsung melakukan penarikan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Balikpapan, Irawan SPd MM mengatakan, penarikan tidak dilakukan secara menyeluruh terhadap buku dan LKS. Tetapi hanya beberapa lembar saja yang ditarik.

“Kami sudah memroses,  menarik buku dan LKS yang dianggap tabu tersebut. Namun hanya halaman yang dianggap tabu  saja yang kami hapuskan, tetapi halaman yang lainnya tidak ada masalah,” kata Irawan kepada Balikpapan Pos, Selasa (23/10) kemarin.

Teknisnya, jelas Irawan, ketika pihaknya datang ke sekolah, buku yang dimiliki sekolah atau murid diminta untuk dikumpulkan. Kemudian, dicari lembaran yang dianggap berbau pornografi. Nah, lembaran buku itulah yang dipotong menggunakan gunting. Potongannya disimpan Disdik, sedangkan buku dan LKS yang telah dipotong langsung dikembalikan.

Disdik beralasan, tidak menarik menyeluruh, karena materi pada lembaran lainnya masih bisa dimanfaatkan untuk bahan pengayaan. “Jadi kita sudah memerbaruinya dan tidak ada lagi unsur yang berbau pornografi dalam buku dan LKS tersebut,” terangnya.

Namun, ia belum bisa memastikan apakah beberapa lembar materi yang disajikan di dalam buku dan LKS penjaskes khusus untuk murid kelas V Sekolah Dasar (SD) tersebut pantas ataukah memang tidak laik diberikan kepada murid di bawah umur.

Berkaitan dengan ini, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sri Wahyuningsih, sambung dia, telah menyurati Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Pusat di Jakarta, guna meminta informasi mengenai standarisasi materi yang dianggap pornografi  terhadap buku pelajaran anak sekolah.

Di samping itu, diharapkan agar pihak orangtua juga mengerti dan memahami apa yang dinamakan pornografi dan batasannya seperti apa. “Ibu Yuyun (sapaan akrab Sri Wahyuningsih, Red) sudah menyurati pusat untuk meminta keterangan mengenai standarisasi pornografi.  Agar ke depannya juga diharapkan bisa membuat pemahaman kepada orangtua, biar jelas,” pungkas Irawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, orangtua murid SD Negeri 020, Balikpapan Barat, Putu Wisnawar menjelaskan, materi berbau pornografi itu ada di buku jenis LKS Penjaskes khusus untuk murid kelas V. Di lembaran awal, ada kata pengantar mantan Kepala Disdik Balikpapan H Syahrumsyah Setia tertanggal 10 April 2012, lengkap dengan cap stempel Disdik.

Secara spesifik, pelajaran berbau pornografi ada di halaman 53. Di antaranya, membahas pengenalan kebersihan alat reproduksi, mengenal pelecehan seksual dan cara menjaga diri dari pelecehan seksual. Bahkan di halaman 56, juga ada materi mengenai hubungan seksual di luar dan tanpa pernikahan.

“Saya sempat bicara ke guru anak saya, hanya jawabannya itu tergantung penilaian orangtua masing-masing, apakah itu pornografi atau tidak. Tapi ini kan sebenarnya jelas pornografi,” sesal Putu.

Bukan cuma Putu, kekhawatiran juga dialami Sumarni, yang juga orangtua murid SD 020 Balikpapan Barat.  Protes terkait  isi LKS ini juga dilayangkan. Apalagi, anaknya perempuan. Sehingga muncul rasa takut, jika sang anak mempelajari masalah organ vital lantaran masih belum cukup umur.  

“Harusnya pelajaran ini diajarkan pada anak SMP minimal, karena sudah dewasa. Bukan anak SD,” protes Sumarni ditemui di kediamannya di kawasan Kariangau.  Sebelum LKS, juga ditemukan buku penjaskes dengan materi yang juga dianggap berbau pornografi di SD Negeri 025 Balikpapan Selatan. Buku ini pun sudah ditarik oleh Disdik. (bp8)

 
OTHER NEWS
Minggu, 27 Juli 2014 , 12:45:00

BERKUALITAS

BALIKPAPAN: SMP Patra Dharma (PD) yang terletak di Jalan Sekolah Perapatan ini, bisa bersaing dengan sejumlah sekolah negeri favorit di ‘Kota Minyak’. ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:43:00

Antisipasi Siswa Titipan

BALIKPAPAN-Untuk menghindari adanya siswa titipan yang dilakukan anggota DPRD dan oknum tertentu  dalam setiap pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Kuncinya ora ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:42:00

Jangan Sepelekan Peran Sekolah Swasta

BALIKPAPAN-Agar kualitas sekolah swasta dan negeri di Kota Minyak menjadi merata, perlu sinergi atau kerjasama antara kedua sekolah sehingga saat Penerimaan Peserta Di ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:41:00

Stakeholder Pendidikan Harus Bersinergi

BALIKPAPAN-Permasalahan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) diperkirakan akan terus terjadi di ‘Kota Minyak’ tahun 2015 mendatang. Pemkot diharapkan dapa ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:40:00

Kualitas Sekolah Swasta Tidak Kalah dengan Negeri

BALIKPAPAN-Sudah saatnya sekolah swasta melakukan pembenahan terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) setiap tahun. Hal ...

 
SUPER LIGA
Wajib Latihan 1 Agustus
BALIKPAPAN- Libur Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah sudah diberikan manajemen tim Persiba Balikpapa ...
Other
 
Kaltim
H-3 Idul Fitri, Harga Daging Sapi Melambung
PENAJAM - Memasuki H-3 lebaran Idul Fitri, sejumlah komuditas kebutuhan pokok di Kabupaten Penaja ...
Other
 
Metropolis
BERKUALITAS
BALIKPAPAN: SMP Patra Dharma (PD) yang terletak di Jalan Sekolah Perapatan ini, bisa bersaing den ...
Other
 
Kecamatan
Waspada, DBD Masih Mengancam
BALIKPAPAN - Hingga saat ini, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengancam. Untuk menekan ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1