Selasa, 23 Oktober 2012 , 09:15:00


Kasus pencabulan di Balikpapan tergolong tinggi. Ini membuat keprihatinan tersendiri srikandi yang duduk di DPRD. Senin (22/10) kemarin, beberapa di antara mereka berkunjung ke Unit PPA Polres. Mereka menanyakan kasus sekaligus menggali informasi terkait fenomena kekerasan pada perempuan dan anak.

SIAPA bilang polisi itu garang. Apalagi saat melakukan penyidikan kasus, sehingga banyak masyarakat yang merasa takut. Semua anggapan itu tak terlihat di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Balikpapan.

Unit ini berada di bawah koordinasiSatuan Reserse Kriminal (Satreskrim). Sesuai namanya, di unit ini hanya ada perempuan. Tidak ada polisi laki-laki. Ditopang dengan sikap ramah dan wajah yang cantik, para polwan ini berusaha tenang dan sabar dalam menangani kasus kriminalitas.

Maklum, kasus yang ditangani memang berdeda. Seputar Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pencabulan dan kasus lainnya yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Sehingga Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA), Ipda Rosna Mailani dan jajarannya pun butuh cara khusus saat berkomunikasi dengan korban maupun pelaku.

“Silakan masuk, silakan duduk,” sambut Ipda Rosna kepada sejumlah srikandi DPRD Balikpapan yang berkunjung ke Unit PPA di Jl APT Pranoto Blok D No 5 , Asrama Polres Balikpapan.

Kunjungan srikandi DPRD Balikpapan ini tidak lain, ingin menanyakan perkembangan kasus pencabulan yang dilakukan  HE (22) terhadap anak di bawah umur, sebut saja Melati yang masih berusia 13 tahun. Mereka yang datang adalah Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Noeryati, anggota Komisi I Sri Hana dan Puji Purnwati dari Komisi II. “Kami ke sini untuk menanyakan kelanjutan penanganan kasus pencabulan yang dilakukan HE terhadap  melati,” kata Sri Hana kepada penyidik UPPA.

Menurutnya, kasus ini cukup memprihatinkan. Karena korbannya anak di bawah umur yang masih membutuhkan pengawasan dan bimbingan dari orangtua. Sedangkan pelakunya usianya sudah dewasa. “Kami berharap proses hukum terus berlanjut dan kasus ini  tidak terulang kembali,” tambah Sri Hana.

Penyidik Unit PPA, Briptu Hastuty Damayanti yang mendampingi Ipda Rosna, bahwa pihaknya cukup serius dalam menangani kasus semacam ini. Proses pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap tersangka dikebut.

“Untuk kasus melati ini sudah P19, artinya berkas dari kepolisian dianggap belum lengkap oleh kejaksaan dan dikembalikan kepada kepolisian untuk dilengkapi. Dengan petunjuk dari jaksa yang akan menangani perkara,” jelas Briptu Hastuty.

Hastuty menjelaskan, jika berkas sudah lengkap maka pihaknya akan mengirim kembali pada jaksa untuk siap disidangkan.”Kalau sudah lengkap berkasnya P21, maka kasus pencabulan ini siap disidangkan,” terang wanita murah senyum ini.

Sementara itu, Ipda Rosna mengakui, kasus Melati ini bukan satu-satunya kasus pencabulan yang ditangani Unit PPA. Namun terhitung Januari hingga Oktober 2012, terdapat  20 kasus yang dilaporkan. “Mungkin masih banyak lagi kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak dan perempuan, tetapi korbannya malu untuk melaporkan kepada kami,” tutur perwira berpangkat satu balok di pundak ini.

Selaku aparat kepolisian, lanjut Rosna, pihaknya siap memberikan bantuan dan perlindungan hukum. Untuk itu, tidak perlu malu melapor jika terjadi tindakan kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.

Bukan hanya kasus Melati, para srikandi ini juga berbincang-bincang tentang penanganan kasus pencabulan dan kekerasan lainnya. Kunjungan sejak pukul 13.00 Wita ini berlangsung lebih dari satu jam.

“Bagi kaum perempuan dan anak-anak di Balikpapan yang mengalami tindakan pencabulan dan kekerasan silahkan menghubungi kami di 0542-5680143 dan kami siap memberikan perlindungan,” pesan Ipda Rosna di sela perbincangan.(vie)

 
OTHER NEWS
Rabu, 23 Juli 2014 , 12:30:00

SEMRAWUT

BALIKPAPAN- Byarpet atau pemadaman listrik di Kota Balikpapan kerap terjadi. Hal ini tentunya mengganggu aktivitas warga. Kemacetan juga terjadi di beberapa pertig ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 12:25:00

Potensi Zakat Balikpapan Meningkat

BALIKPAPAN- Berkembang pesatnya Kota Balikpapan, menjadi acuan untuk peningkatan jumlah zakat dari masyarakat. Bahkan dari sektor zakat perusahaan dan zakat penghasila ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 12:24:00

Lahan Waduk Teritip Diklaim Warga

BALIKPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama tim akan membahas lebih cepat proses penyelesaian lahan di Waduk ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 12:23:00

Pakar Prediksi Kekacauan Pilpres Tidak Terjadi

BALIKPAPAN- Sejumlah pakar dan akademisi Tanah Air memprediksikan, kekacauan pemilihan presiden (Pilpres) pasca hasil pengumuman pleno rekapitulasi Komisi Pemilihan Um ...

Rabu, 23 Juli 2014 , 12:22:00

PBHI Ajak Warga Pawai Takbir Keliling

BALIKPAPAN- Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Panitia Hari Besar Islam (PBHI) Kota Balikpapan bekerjasama dengan Pemerintah Kota dan Lembaga Dakwah m ...

 
SUPER LIGA
Tambah Jam Terbang
TERNATE- Timnas U-19 akan menututp laga uji coba melawan tim Persiter Ternate U-21 di Stadion Gel ...
Other
 
Kaltim
Barang Bukti Narkoba Dimusnahkan
PENAJAM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan upacara memperin ...
Other
 
Metropolis
SEMRAWUT
BALIKPAPAN- Byarpet atau pemadaman listrik di Kota Balikpapan kerap terjadi. Hal ini tentunya ...
Other
 
Kecamatan
Jalan Km 1,5 “Direbonding”
BALIKPAPAN-Pengguna kendaraan bermotor tidak perlu lagi khawatir saat melintas di jalan keriting ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1