Rabu, 22 Agustus 2012 , 10:39:00


SUASANA Idul Fitri yang sebenarnya menjadi suasana penuh sukacita, karena kemenangan berpuasa selama sebulan penuh, dinodai dengan aksi pertikaian antara sejumlah oknum anggota Polres Kaimana dengan sejumlah oknum anggota TNI AD. Akibat pertikaian tersebut, menyebabkan suasana Kota Kaimana dan sekitarnya mencekam hingga semalam lamanya, pada Minggu (19/8) lalu. Berdasarkan pantauan wartawan koran ini di TKP, kejadian tersebut berawal dari keributan yang terjadi di Pasar Inpres Krooy, sekitar pukul 16.00 WIT.

Keributan yang menjadi pemicu pertikaian itu karena kedua kelompok pemuda yang diduga dikuasai minuman keras, saling bentrok. Karena suasana tersebut semakin kacau, beberapa anggota polisi yang hendak melerai pertikaian tersebut, langsung diancam oleh beberapa oknum anggota POM Kaimana. Bahkan bukan hanya mengancam saja, tetapi salah seorang anggota polisi, Bripda Budi Ohemas yang barusan pulang dari piket dan hendak melerai pertikaian, langsung hendak ditikam oleh seseorang yang diduga adalah oknum anggota TNI. “Saya tahu orangnya, karena saya kenal dia.

Saya menghindar sehingga tidak kena. Dia (pelaku) pun dalam keadaan mabuk,” ujar korban saat dikonfirmasi Selasa (21/8) kemarin di Polres Kaimana. Karena kondisi semakin tidak kondusif, beberapa anggota Polres Kaimana pun undur diri dan meninggalkan TKP, 15 menit setelah pertikaian tersebut. Sementara itu, informasi yang diterima oleh pihak keluarga korban Bripda Budi Ohemas, beberapa keluarganya yang juga anggota polisi, langsung mendatangi Kantor POM Kaimana.

Kedatangan mereka, menurut penuturan beberapa oknum anggota polisi hanya untuk menanyakan sebab musabab adanya upaya penikaman yang hendak dilakukan oleh salah seorang anggota TNI AD. Namun ketika beberapa anggota Polres mendatangi Kantor POM, dikira kedatangan mereka untuk menyerang. Karenanya salah seorang oknum anggota POM langsung naik pitam dan marah-marah.

Suasana menjadi tidak kondusif, sejumlah anggota Polres yang saat itu sedang piket dan ingin membantu melerai pertikaian pun langsung emosi. Emosi kedua belah pihak pun tidak terhindarkan. Akibatnya kaca jendela Kantor POM hancur berantakan, begitu pula Papan Nama Kantor POM terlihat pecah akibat pertikaian tersebut. Beberapa kendaraan lalu lalang yang melintasi di Jalan Utarom Krooy pun berbalik arah.

Beberapa oknum anggota TNI AD yang berada di belakang Kantor POM, pun berdatangan untuk membantu karena ada teriakan Kantor POM diserang beberapa anggota Polres. Warga yang sedang bersilahturahmi pada Hari Idul Fitri itu pun langsung balik arah dan kembali ke kediaman mereka masing-masing. Terlihat beberapa anggota TNI AD mememang senjata organik, yang menyebabkan warga semakin panik dan tidak berani untuk keluar dari rumah.

Informasi pun menyebar tak pasti, menyebabkan beberapa orang yang diduga oknum anggota TNI AD, menciduk Briptu Rifai Bin Gani dari kediamannya di Air Merah dan membawanya ke Kantor POM. Beberapa menit, Briptu Rifai, dilaporkan telah dievakuasi ke RSUD Kaimana karena mengalami luka-luka, namun belum diketahui penyebabnya. Bukan hanya itu saja, dua anggota polisi yang kebetulan lewat di ruas jalan utama tersebut, yakni Bripka Hendrik Bemey dan Briptu Isahanan Renfan, sempat ditahan oleh beberapa oknum anggota TNI AD.

Mereka pun merampas sepeda motor milik polisi tersebut. Dua sepada motor, yakni jenis Karisma dan GL Pro tersebut, tidak lama kemudian diduga dibakar oleh beberapa oknum anggota TNI AD yang sudah terbakar emosi. Api yang menjulang tinggi itu pun kemudian diupayakan untuk dipadamkan oleh beberapa oknum anggota TNI AD lainnya, dengan maksud agar kasus tersebut tidak melebar. Petang itu sekitar pukul 17.30 WIT, karena pertikaian itu menyebabkan kondisi semakin mencekam.

Beberapa kendaraan pun balik arah, dan enggan untuk melewati ruas jalan Utarom, dimana TKP terjadi. Suasana silahturhami antar umat beragama di wilayah itu pun sempat terhenti, akibat pertikaian itu. Beberapa menit kemudian, Waka Polres Kompol Penri Erison, S.Pd, MM bersama dengan Kabag OPS AKP Irwan S, SIK dan Kasat Lantas, Iptu Ariakta, yang tiba di Kantor POM, diamuk oleh beberapa anggota TNI AD. Ketegangan pun kembali terjadi. Kasat Lantas, pun digebuk oleh salah satu oknum, yang hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh POM Kaimana.

Akibatnya, Kasat Lantas pun harus dilarikan ke RSUD Kaimana untuk mendapatkan pertolongan medis. Mobil Waka Polres Kaimana, yang dikendarai ketiga perwira Polres tersebut pun dirusaki. Terlihat kaca bagian belakang samping kanan pecah akibat diduga dihantam dengan benda keras. Kondisi pun kembali aman setelah Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma, langsung turun ke Kantor POM Kaimana, untuk meleraikan pertiakain tersebut.

Pembicaraan serius pun dilakukan antara pemerintah daerah dengan Waka Polres dan Dandim 1713 Kaimana, Letkol Drs. Susilo di Kantor POM Kaimana. Hingga Kepala RSUD Kaimana, dr. Frenkie S. Koromat, Sp. PD dan salah satu dokter RSUD tiba di Kantor POM Kaimana, untuk membawa visum et repartum hasil penyelidikan tindakan medis terhadap tiga korban anggota Polres Kaimana. Suasana pagi harinya pada Lebaran Hari kedua, kondisi kembali aman. Meski demikian, kedua belah pihak masih tetap waspada, jangan sampai terjadinya aksi pembalasan.

Kantor Polres Kaimana, pasca pertikaian tersebut, pada malam harinya, yakni Minggu dan Senin, tampak gelap gulita. Hal itu mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Akibat pertikaian tersebut, Danrem 171/PVT Sorong, Brigjen TNI Pandji Suko Hari Judho kemarin langsung tiba di Kaimana dan mendatangi Kantor Polres Kaimana dan melakukan pertemuan selama 15 menut lamanya dengan Kapolres. Dandrem yang hendak dikonfirmasi tidak bisa ditemui karena keburu masuk ke dalam mobil.

Karenanya, belum diketahui secara pasti pertemuan singkat tersebut. Namun Dandim 1713 Kaimana, Letkol Drs. Susilo, yang dikonfirmasi di Polres Kaimana saat didampingi Kapolres Kaimana, AKBP Andarias, menjelaskan, kedatangan Dandrem tidak ada kaitannya dengan aksi kemarin. “Beliau datang dalam rangka kunjungan kerja.

Kebetulan, hingga saat ini Beliau (Dandrem) belum pernah mengunjungi Kaimana dan itu pun sesuai dengan time schedule untuk datang ke sini,” ujar Dandim singkat. Informasi yang diterima Koran ini, Pangdam XVII Cenderawasih, dan Kapolda Papua, akan tiba di Kaimana pada besok (hari ini,red). Namun hingga berita ini diturunkan, belum diketahui maksud dan kedatangan kedua pimpinan tertinggi dari POLRI dan TNI AD di Papua tersebut ke Kaimana.

5 ANGGOTA TNI DIPERIKSA POM

Dandim 1713 Kaimana, Letkol Drs. Susilo menegaskan, aksi yang terjadi Minggu (19/8) lalu, tidak ditutup-tutupi pihaknya dan dilakukan secara transparan. “Kita saat ini tengah mendalami kasusnya, sehingga sudah sebanyak lima anggota TNI AD sudah kita periksa. Saat ini masih terus dalam pemeriksaan oleh anggota POM,” ujar Dandim Susilo. Dia mengatakan, saat ini aksi itu, sudah tidak berkembang lagi, baik itu dari Polres maupun dari TNI AD. “Aksi itu sudah kita selesaikan dan masing-masing pihak untuk tidak lagi melakukan perbuatan yang sama.

Tetapi tidak hanya cukup sampai di situ saja, takutnya terulang kembali. Untuknya kasus ini harus kita usut sampai tuntas, agar pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, dapat ditindak dengan ketentuan peraturan yang berlaku,” tegas Dandim lagi. Karena persoalan ini, Dandim juga mengakui, pihaknya sudah difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kaimana, untuk membahas dan mencari solusi terhadap persoalan ini.

“Kami difasilitasi oleh Pak Bupati, antara saya dan Kapolres sudah menyepakati tiga komitmen yang harus ditindaklanjuti oleh kami semua, yakni pertama, yakni kasus ini harus diusut tuntas agar pihak-pihak yang terlibat harus diberikan tindakan tegas,” ulangnya lagi. Komitmen kedua, menurut Dandim yakni, melakukan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi kedua belah pihak, pada masa yang akan datang agar saling bersinergi, bersilahturahmi dan menjalin keakraban antar sesama anggota, dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah ini.

Ketiga, lanjut Dandim, baik Polres maupun Kodim sepakat untuk memberantas miras di Bumi Kaimana. “Siapa saja yang ada terlibat di dalamnya, baik itu Polres maupun Kodim, secara internal harus segera diatasi, sehingga jangan terjadi persoalan seperti kemarin,” tegasnya. Disinggung soal proses hukum, Dandim menegaskan, proses hukum terhadap mereka yang terlibat akan terus berlangsung. “Kami akan tegas dalam melakukan penindakan ini, jangan sampai terjadi presenden kurang bagus bagi kami aparat di wilayah ini, baik dari Kodim maupun dari Polres.

Saat ini kita sama-sama bekerja mendalami kasus ini sehingga bisa terbukti siapa yang terlibat dalam kasus itu,” aku Dandim lagi. Sementara itu, Kapolres Kaimana, AKBP Andarias, yang juga dimintai keterangannya mengatakan, untuk saat ini pihaknya juga sedang melakukan proses hukum terhadap dua anggotanya, termasuk dengan satu warga yang terlibat dalam kasus tersebut. “Sementara ini, dua anggota kita proses, jika memang akan bertambah akan kita proses lagi,” ujar Kapolres singkat.

Baik Dandim maupun Kapolres menghimbau kepada warga Kota Kaimana dan sekitarnya, untuk tidak boleh takut dan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasanya. “Masalah kemarin sudah selesai dan saat ini kita sama-sama mendalami kasus ini dan proses hukum tetap berjalan,” kata Dandim yang juga diamini Kapolres.

Dandim juga berharap agar warga yang mengetahui persoalan-persoalan yang ada di masyarakat yang melibatkan pihaknya, agar disampaikan kepada orang-orang yang lebih bertanggungjawab, sehingga penyelesaiannya tersebut tepat dan tidak membias dan merugikan masyarakat banyak. Sementara itu, Kapolres berjanji, pihaknya akan kembali melaksanakan tugas patroli seperti biasa. Karena pasca aksi tersebut, patrol tidak lagi dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.(nic/kpnn)

 
OTHER NEWS
Senin, 22 September 2014 , 03:13:00

Sindikat Curanmor Lintas Kota Dibekuk

BALIKPAPAN- Sindikat pelaku pencurian kendaraan bermotor lintas kota, berhasil dibekuk jajaran Unit I Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Kaltim, Kam ...

Senin, 22 September 2014 , 03:13:00

Tim Khusus Bidik Polisi

BALIKPAPAN-Tak ingin kecolongan lagi, Polda Kaltim langsung bergerak memantau keberadaan anggotanya yang terlibat dalam kasus peredaran narkoba di Kaltim. Sikap ini di ...

Senin, 22 September 2014 , 03:11:00

12 Motor Kena Tilang Razia Polsek Selatan

BALIKPAPAN–Tak henti-hentinya pihak kepolisian memberikan imbauan, bahkan memberikan sanksi tilang terhadap pengguna jalan yang melanggar aturan lalu-lintas. Hal ...

Senin, 22 September 2014 , 03:04:00

Polres Aktifkan Kembali Pospol Teritip

BALIKPAPAN –Sudah lama pos polisi (pospol) Teritip mangkrak karena tidak difungsikan.  Kondisi tersebut berkali-kali dikeluhkan warga sekitar. Mengetahui ha ...

Sabtu, 20 September 2014 , 02:28:00

Kejar Bandar Sabu Berinisial AN

BALIKPAPAN – Aparat kepolisian berterimakasih atas kerja sama yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pihaknya. Banyak kasus berhasil terungkap atas informasi ya ...

 
SUPER LIGA
Penentuan Juara Grup
INCHEON- Timnas U-23 akan menjalani laga penentuan juara grup E melawan Thailand di Incheon Footb ...
Other
 
Kaltim
Saloloang Dijadikan Kampung Lidi
PENAJAM- Ratusan warga menghadiri launching kampung lidi Saloloang, yang diresmikan langsung oleh ...
Other
 
Metropolis
Wawali Heru Suguhkan “Sakit Gigi”
“LEBIH Baik sakit gigi, daripada sakit hati ini, biar tak mengapa.....Rela, rela, rela aku ...
Other
 
Kecamatan
Harapan Warga RT 5 Batam Terwujud
BALIKPAPAN-Keinginan warga RT 5 Batu Ampar, Balikpapan Utara memiliki fasilitas lingkungan berupa ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1