Sabtu, 05 Oktober 2013 , 07:57:00


BALIKPAPAN  –  Ratusan tenaga kerja bantu (naban) PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) V meminta kepada manajemen agar  diangkat sebagai karyawan tetap. Para naban ini sudah cukup lama bekerja di perusahaan pengolah bahan bakar minyak (BBM) tersebut.

Menurut juru bicara pekerja produksi PT Pertamina RU V Arwansyah, permintaan tersebut terkait adanya rencana manajemen untuk mengalihfungsikan naban menjadi tenaga alih daya (outsourcing) yang kontraknya hanya sementara. Para naban ini merasa pekerjaannya selama ini bukan hanya sebagai pekerjaan penunjang, tetapi merupakan pekerjaan inti.

“Kami sudah memiliki pengalaman di bidang produksi selama belasan tahun. Kalau harus dialihfungsikan menjadi outsourcing yang memiliki jenis pekerjaan yang berbeda, kami tidak mau dan menuntut agar dijadikan karyawan tetap,” ujar Arwansyah ketika melakukan pertemuan yang dihadiri Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi SE dengan Komisi IX DPR-RI, PT Pertamina (persero), Disnaker Pemprov Kaltim dan Disnakersos Kota Balikpapan di ruang rapat 1 Kantor Wali Kota, Jumat (4/10).

Ia mengaku, para naban yang bekerja di bagian produksi jumlahnya mencapai 250 orang. Sedangkan total naban yang bekerja pada PT Pertamina (Persero) RU V kurang lebih 2.800 orang.

Sementara itu, General Manager (GM) PT Pertamina (Persero) RU V Achmad Fathoni Mahmud menjelaskan, pihaknya sedang memperjuangkan para naban ini menjadi pegawai tetap sesuai dengan perundang-undangan yang ada.

“Koorporasi (manajemen perusahaan) harus patuh dengan Undang-undang untuk melakukan pengangkatan pegawai tetap. Saat ini sedang diperjuangkan sesuai dengan masa kerja,” kata Achmad Fathoni Mahmud kepada sejumlah wartawan.

Tapi intinya jelas Achmad Fathoni, saat ini pekerja alih daya  ini sudah lebih baik dari sebelumnya seperti adanya kepastian jaminan asuransi dan pensiun.

“Artinya lebih dijamin masa depanya. Kalau dulu dapat pesangon dan gaji selesai,” terang dia.

Untuk rekrutmen karyawan alih daya ini terang Achmad Fathoni,  ada proses seleksi. Bagi yang memenuhi syarat akan dilakukan  pendidikan dan pelatihan sesuai dengan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.

“Jadi yang diterima kami tidak akan mengurangi pendapatannya. Mereka ini punya jaminan masa depan karena mendapat pensiun dan asuransi,” akunya.

Anggota Panitia Kerja (Panja) Outsourcing Komisi IX DPR-RI Heriyanto menilai permintaan tersebut adalah hal yang wajar karena para naban ini sudah bekerja dalam waktu yang cukup lama di Pertamina.

Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan, belum ada keputusan final dalam mediasi ini karena seluruh pihak masih menyampaikan argumennya masing-masing.

“Kami menyerap semua aspirasi dari teman-teman pekerja untuk  yang nantinya menjadi laporan kepada mitra kerja kami,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemprov Kaltim Ichwansyah menjelaskan, pihaknya hanya membantu memfasilitasi hubungan industrial antara para naban dan PT Pertamina.

Ia mengaku, permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama sehingga kedatangan anggota Komisi IX DPR-RI ini diharapkan bisa membantu memberikan solusi.

Rencananya, Komisi IX mengundang pihak-pihak terkait untuk mencari solusi untuk membicarakan permasalahan ini pada Senin (7/10).

“Manajemen Pertamina, Menakertrans dan Meneg BUMN akan diundang untuk membicarakan persoalan naban ini,” tutup Ichwansyah. (vie)

 
OTHER NEWS
Minggu, 27 Juli 2014 , 12:45:00

BERKUALITAS

BALIKPAPAN: SMP Patra Dharma (PD) yang terletak di Jalan Sekolah Perapatan ini, bisa bersaing dengan sejumlah sekolah negeri favorit di ‘Kota Minyak’. ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:43:00

Antisipasi Siswa Titipan

BALIKPAPAN-Untuk menghindari adanya siswa titipan yang dilakukan anggota DPRD dan oknum tertentu  dalam setiap pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Kuncinya ora ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:42:00

Jangan Sepelekan Peran Sekolah Swasta

BALIKPAPAN-Agar kualitas sekolah swasta dan negeri di Kota Minyak menjadi merata, perlu sinergi atau kerjasama antara kedua sekolah sehingga saat Penerimaan Peserta Di ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:41:00

Stakeholder Pendidikan Harus Bersinergi

BALIKPAPAN-Permasalahan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) diperkirakan akan terus terjadi di ‘Kota Minyak’ tahun 2015 mendatang. Pemkot diharapkan dapa ...

Minggu, 27 Juli 2014 , 12:40:00

Kualitas Sekolah Swasta Tidak Kalah dengan Negeri

BALIKPAPAN-Sudah saatnya sekolah swasta melakukan pembenahan terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) setiap tahun. Hal ...

 
SUPER LIGA
Wajib Latihan 1 Agustus
BALIKPAPAN- Libur Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah sudah diberikan manajemen tim Persiba Balikpapa ...
Other
 
Kaltim
H-3 Idul Fitri, Harga Daging Sapi Melambung
PENAJAM - Memasuki H-3 lebaran Idul Fitri, sejumlah komuditas kebutuhan pokok di Kabupaten Penaja ...
Other
 
Metropolis
BERKUALITAS
BALIKPAPAN: SMP Patra Dharma (PD) yang terletak di Jalan Sekolah Perapatan ini, bisa bersaing den ...
Other
 
Kecamatan
Waspada, DBD Masih Mengancam
BALIKPAPAN - Hingga saat ini, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengancam. Untuk menekan ...
Other
 
Copyright © 2011 MLink Balikpapan. All Rights Reserved.
1